
BANDA ACEH I ACEHHERALD
KOMUNITAS wartawan yang tergabung dalam Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh bersama simpatisan dan mitra, Kamis (31/03/2022), menghelat tradisi rutin mereka, sebagai bentuk melestarikan kearifan lokal berupa pembagian daging meugang atau punggahan.
Acara itu dihadiri seluruh anggota KWPSI dan mitranya, antara lain Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman SH MH, Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal) yang juga salah seorang guree tetap KWPSI ,Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Farid Nyak Umar serta janda wartawan dan keluarganya.
Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman dalam sambutan singkatnya mengapresiasi kegiatan rutin tahunan tersebut. Katanya, sesuai tradisi kearifan lokal, kegiatan itu benar benar dirasakan manfaatnya, oleh penerima. Dalam hal ini bukan ditilik dari sisi jumlah kilo daging yang diterima, namun makna kebersamaan yang tak bisa dinafikan oleh siapapun.
Haizir secara terbuka menyatakan kehadiran Bank Aceh Syariah yang kini telah menjadi salah satu terdepan di Indonesia, juga tak lepas dari kontribusi nyata jajaran KWPSI Aceh. “Ini hal yang tak mungkin kami lupakan, untuk itu kami siap mendukung kegiatan teman teman KWPSI untuk kegiatan kemaslahatan,” kata Haizir.
Sementara Ketua KWPSI, Azhari yang akrab disapa Ayah Cut mengatakan, tradisi meugang itu menjadi kegiatan rutin KWPSI sejak satu dekade terakhir. Pengadaan daging meugang itu berasal dari urunan (meuripee) anggota KWPSI serta donasi para simoatisan serta mitra KWPSI. “Daging meugang ini kami bagikan untuk anggota, anak yatim serta janda di kalangan wartawan, serta fakirmiskin dari seputaran lokasi penyembelihan. Kami ingin berbagi di hari yang sakral menjelang pelaksanaan puasa Ramadhan,” kata Ayah Cut seraya menambahkan, panitia juga memberikan sekadar uang bumbu untuk setiap paket daging yang diberikan kepada penerima non anggota.
Tahun ini jumlah paket daging dan dana bumbu yang dibagikan mencapai 112 paket, yang berasal dari dua ekor lembu sembelihan.
Seperti hari hari meugang tahun sebelumnya, meugang KWPSI tahun ini yang juga berlangsung di rumah Din Keuramik Gampong Glaa Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar itu juga diakhiri dengan khanduri kuah beulangong. “Kali ini kami membuat dengan campuran khas Aceh Besar wilayah pesisir, yaitu daging dengan batang pisang. Alhamdulillah semuanya makan dengan bersemangat,karena ini untuk pertama kali dilakukan dalam tradisi khandui KWPSI,” tutur Din Keramik sang peracik yang juga produser yang pernah melambungkan grup lawak Aceh, Eumpang Breuh.