ITULAH sebuah kata motivasi yang sering dilontarkan oleh Muhammad Iswanto SSTP MM yang juga Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, ketika memberikan pengarahan kepada duta duta Aceh Besar menuju event level provinsi hingga nasional. Motivasi yang kadang gemanya melebihi limpahan rupiah sekalipun. Lakukan sesuatu saat orang lain masih berpikir.
Seorang Iswanto sadar betul dengan tekstur anggaran Aceh Besar yang begitu ‘ramping’.
Namun kondisi itu tak mesti dijadikan sebagai kambing hitam untuk berbuat yang terbaikj. Semua harus dilakukan, demi menegakkan marwah Aceh Besar di level dan sektor apapun. Modal utama adalah spirit dan kemauan untuk terus tampil menjadi yang terbaik di lintas event. Termasuk dengan melupakan imbalan atau jerih.
Waktu jua yang menjawab, melalui tagline bak gerakan senyap nan cepat ala kungfu shaolin itu, Aceh Besar secara fenomenal menuai prestasi terbaik secara beruntun. Sebutlah antara lain, prestasi mempertahankan status juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-35 di Bener Meriah tahun 2022.

Trend positif prestasi itu terus berlanjut di tahun 2023, baik itu di lini keagamaan, industri kreatif berupa kerajinan yang mendongkrak ekonomi level akar rumput, hingga di ajang olahraga. Dan itu diraih bukan hanya kala menjadi tuan rumah, namun di tempat lain dengan status peserta penuh. Dengan kata lain, prestasi itu benar benar dilandasi melalui jalur fair play, karena jauh dari pengaruh tendensi sebagai tuan rumah.
Usaha keras dengan berbuat ketika orang lain masih berpikir itu mulai membuahkan hasil, ketika perajin yang tergabung dalam Dekranas Aceh Besar yang dipimpin Pj Ketua Dekranasda Cut Rezky Handayani SIP MM, menuai prestasi di ajang Jakarta Internasional Handycraft (Inacraft) Maret 2023 lalu di Jakarta Convention Center (JCC).
Melalui ajang yang menjadi media promosi kerajinan itu, Aceh Besar meraih dua status jawara yaitu, juara 2 Natural Fyber dengan produk katheng box dari 185 produk dengan katagori anyaman. Selain itu juara 2 stand terbaik kategori BUMN/Group/Pemerintah. Bukan hanya itu, tapi juga masuk 6 Nominasi Fashion Show dan satu-satunya tampil dengan tema busana muslim.
Trend prestasi itu terus bergulir seiring gelinding roda waktu. Iswanto yang menyadari perannya sebagai pengemban amanah di pucuk Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, terus bersinergi dan berkolaborasi dengan semua elemen, untuk meneruska trend positif prestasi Aceh Besar.
Khusus Dekranasda Aceh Besar, kembali mendulang status juara umum dalam pameran produk kerajinan dan kuliner se-Aceh sekaligus Rakerda Dekranasda Aceh di Tapaktuan, medio Juni 2023.
Trend positif itu juga terwujud di ajang ekspo Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-24 yang berlangsung di penghujung Mei 2023 lalu di Kota Jantho. Lagi lagi Aceh Besar menyabet status sebagai juara umum melalui hasil karya para inventor dan perajin.
Bunga mekar prestasi itu terus mengembang saat Provinsi Aceh menyabet juara pertama di ajang TTG nasional di Padang, Sumatera Barat JUni 2023. Status kampiun itu juga atas andil besar peserta dari Aceh Besar yang kali ini mewakili Aceh.
Masih segitukah…? Jelas Belum. Di jalur agamis, kafilah Aceh Besar secara meyakinkan menyabet gelar Juara Umum Musabaqah Kiraatil Qutub (MQK) ke-3 se Aceh di Banda Aceh, Juni 2023. Dan status juara umum itu kembali diraih dari jalur olahraga bela diri. Ketika para petarung Aceh Besar menyabet gelar juara umum Kejurwil Tarung Derajat PIala Kapolres Ceh Besar di Kota Jantho, paruh akhir Juni 2023 lalu.

Bagi seorang Iswanto, prestasi yang diraih dengan semangat tulus demi nama baik Aceh Besar itu harus diberi ganjaran, sebagai bentuk dari apresiasi dan honour. Walaupun dalam ondisi anggaran daerah yang pas pasan atau bahkan defisit. Semuanya disesuaikan dengan kemampuan, walaupun kadang tak ada anggaran dari daerah.
Sebut saja tiket umrah untuk para juara MTQ Bener Meriah, bonus khusus untuk kafilah MQK ke-3 yang digalang secara pribadi oleh Iswanto lewat kolabirasi dan sinergi dengan beberapa BUMD dan BUMN di Aceh Besar. Bagi Iswanto, prestasi wajib diapresiasi walau hanya dengan secuil dana sekalipun.
Bukan hanya untuk qari dan qariah, Iswanto juga berkeinginan untuk memberikan penghargaan bagi para petarung Aceh Besar yang sukses berjaya dalam Kejurwil Tarung Derajat di Kota Jantho.
Iswanto sepenuhnya menyadari jika kehadirannya di Aceh Besar bukan hanya sekadar hadir untuk memimpin sebuah pemerintahan. Namun lebih jauh dari itu, hadir mengemban amanah untuk memberikan yang terbaik bagi Aceh Besar. Ya…..hadir untuk menyajikan kemaslahatan bagi 395 ribu penduduk Aceh Besar. Bukan sama sekali untuk menaburkan kemudharatan! Dan lakukan itu saat orang lain masih berpikir.




