
BANDA ACEH | ACEH HERALD.COM
Jembatan Krueng Cut yang panjangnya 310 meter dan menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Kabupaten Aceh Besar kini dipunuhi bungkahan tanah yang diduga jatuh dari truk pengangkut material bangunan. Dan sedikit hujan, di atas jembatan beraspal itu, penuh dengan lumpur.
Lalu tumpahan material bahan galian C yang di jembatan Krueng Cut sepanjang 310 meter, tanggung jawab?
Umar, warga Kajhu Aceh Besar yang dihubungi AcehHerald.com, Selasa (22/2/2022) mengaku tanah jatuhan itu diperkirakan sudah berlangsung seminggu terakhir. “Jika hujan sedikit saja, jalan penuh dengan lumpur,” keluhnya.
Lelaki kekar yang sehari nyaris dua kali melintas di jembatan Kreung Cut mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar membersihkan tanah tersebut.
Menurut Umar akibat jembatan dipenuhi bongkahan tanah itu menyebabkan warga terpaksa ektra hati-hati melintas jembatan yang penuh lalu lalang kenderaaan.
Pada mantan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah sengaja memperlembar jembantan Krueng Cut hingga jembatan dua jalur itu agar mudah dilalui para pemakai kendaraan sepeda motor, mobil, dan angkutan barang.
Jembatan Krueng Cut merupakan jembatan yang menghubungkan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Panjang jembatan 310 meter, ukuran poer yang digunakan adalah 6,00 x 9,90 meter. Pondasi tiang pancang yang digunakan pada pilar jembatan Krueng Cut Banda Aceh dengan kedalaman 35 meter dan berdiameter 60 cm.
Beberapa sumber lain menyebutkan mulus dan lebarnya jembatan itu tidak didukungan dengan kesiapan masyarakat, terutama truk hasil tambang galian C yang setiap hari melintas di jembatan Krueng Cut, jalan Malahayati yang menghubungkan Aceh Besat – kota Banda Aceh.
Selain lumpur di atas jembatan ini, juga banyak bongkahan tanah yang jatuh di sepanjang jalan Malahayati. “Jadi salah satu penyebab bertebaran tanah lumpur di jalan raya karena banyaknya truk kelebihan muatan yang melintas di jalanan ini,” ungkapnya.