Jelang Puasa Ramadhan, Buah Kelapa Muda Mulai Langka

SIANG hari begitu terik dan bikin gerah. Cuaca panas memayungi Kota Banda Aceh sepekan belakangan ini. Tak pelak lagi warga penyuka air kelapa muda, bakalan berburu air penghilang dahaga yang sangat menggiurkan notabene ditambah es batu.

Membayangkannya saja sudah bikin ences menetes. Begitu yang dikatakan salah satu pelanggan air kelapa muda si Ncek di sekitaran Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh.

Rita Sri Mulyani bersama teman sekantornya sengaja mencari penjual kelapa muda. “Kebetulan sedang ada kegiatan di tengah kota, jadinya melipir sejenak ke penjual air kelapa muda ini,” aku Rita, ibu satu anak warga Gampong Beurawe.

Mereka pun minum air kelapa dicampur sirup warna pink plus es batu. “Seger liiiii,” ujarnya. Segelas air kelapa begitu segar membasahi ditenggorokan. Ada juga yang minum langsung dari buah kelapa mudanya, biar natural katanya.

Bicara soal kelapa muda, jelang puasa Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini. Penjual kelapa Bang Nasir, Adek begitu panggilan akrabnya mengakui bahwa kelapa muda dalam dua pekan ini mulai langka.

Dikatakan Adek, buah kelapa yang ada di batangnya sudah di carter alias di borong sama penjual kelapa dadakan untuk minuman berbuka puasa Ramadhan nanti.

“Jadi dua pekan sebelum puasa, itu buah kelapa di pohonnya sudah dibayar panjar. Makanya kalau kita pesan pun untuk kebutuhan sekarang-sekarang ini, tidak dilepas pemiliknya lagi,” sebut Adek.

Walhasil beberapa kali kelapa muda di kedai jus dan kelapa muda milik mereka, kosong dikarenakan yang berburu buah kelapanya harus mencari pohon- pohon yang belum di carter orang.

Ia pun mengungkapkan bahwa buah kelapa muda yang kerap dibawa ke kedai nya berasal dari wilayah Bireuen. Dan ada yang memasok atau membawanya yang sudah langganan sebagai pemburu kelapa kepedalaman, lalu menjualnya ke pemilik Jus dan Kelapa Bang Nasir.

Baca Juga:  Sambut PON Aceh-Sumut, IM3 Tambah 722 Menara BTS Baru

Borong buah kelapa di batangnya sudah biasa apabila jelang puasa. Terkadang persoalan ini memicu naiknya harga jual air kelapa muda saat puasa nanti.

Senada itu, Ncek mengatakan pemasok kelapa langganan mereka menyetok buah kelapa 1.000 butir per tiga hari. Sedangkan di Bulan Ramadhan akan semakin banyak jumlahnya, yakni dua mobil pick up L-300 per dua hari nya.

“Kalau cuacanya terik terus seperti ini, saat puasa nanti, bisa – bisa harus ditambah jumlah stok buah kelapa mudanya tu,” terang Ncek lagi sambil melayani konsumen.

Ia pun mengakui adanya kelangkaan buah kelapa jika menjelang puasa seperti sekarang ini. Namun bagi mereka hal itu tidak menjadi soalan dikarenakan pemburu atau pencari buah kelapa hingga ke pelosok kampung dan mendistribusikannya ke mereka sudah langganan lama, jadi mereka tahunya siap beres.

Dikatakannya lagi satu gelas air kelapa biasa dijual ke konsumen Rp8.000 sampai Rp10.000, sedangkan air kelapa campur sirup Cap Kurnia (Patung) atau gula plus es dibanderol Rp12.000 hingga Rp15.000 per gelas besar.

Untung lumayan dari menjual air kelapa muda, ujar Adek dan Ncek secara terpisah. Harapan keduanya hari terik dan gerah bakalan mengalir cuan ke pundi-pundi untuk kebutuhan keluarga mereka.

Yaaa…panas terik memicu pelanggan datang. Dari sebutir kelapa muda memuaskan dahaga konsumen. Cuan pun berpindah tangan. Soalan buah kelapa muda langka tak jadi kendala. Sang pemburu tetap komit memasok kelapa agar kedai terus buka hingga puasa Ramadhan nanti.