
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
MEUREUDU | ACEH HERALD
HINGGA saat ini Pidie Jaya masih aman dari banjir. Kendati dalam dua hari terakhir hujan deras mengguyur kabupaten tersebut, namun debit air di sejumlah sungai (krueng) di sana masih tergolong normal. “Alhamdulillah daerah kita masih aman dari banjir,” kata beberapa warga secara terpisah kepada Aceh Herald, Minggu (6/12/2020). Pun begitu, warga diimbau agar tetap waspada dan siaga.
Pantauan Aceh Herald, hujan deras melanda kawasan Pidie Jaya, Jumat (4/12/2020) malam hingga Sabtu dinihari. Warga terutama mereka yang mendiami sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sempat was-was. Pasalnya, merujuk pada pengalaman, hujan berlangsung dua atau tiga jam, dalam sekejap saja air sungai meluap hingga merendam pemukiman penduduk. Seperti halnya Krueng Meureudu dan Ulim.
Hujan yang terjadi kali ini kondisi air sungai masih normal bahkan debiet air Krueng Meureudu relatif rendah. Beberapa warga sengaja mendatangi jembatan Krueng Meureudu untuk mengamati kondisi air sungai. Begitu melihat airnya normal dan bot nelayan yang ditambat di sungai biasa-biasa saja, mereka lega dan kembali pulang. “Saya dua kali mengamatai air sungai pada Jumat (4/12/2020) malam. Alhamdulillah airnya normal dan saya langsung pulang,” kata Muhammad seorang warga Meurahdua.
Beberapa warga Ulim, Bandardua, Trienggadeng dan Bandarbaru yang dihubungi Aceh Herald terpisah membenarkan, hingga sejauh ini masih aman. Air sungai tidak meluap. Yang ada hanya banjir genangan dan airnya cepat menghilang. Seperti beberapa gampong di kawasan Bandardua, Ulim dan Meurahdua. Karena selama ini ada masyarakat melaksanakan kenduri maulid dan pesta perkawinan, seperti pada Sabtu dan Minggu, sehingga mereka mengaku merasa was-was.
Tapi Alhamdulillah, pelaksanaan kedua hajatan tersebut berlangsung lancar, walau hanya dihiasi hujan gerimis. Plt Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handiva yang dikonfirmasi Aceh Herald mengimbau warga supaya tetap mewaspadai kondisi cuaca saat ini. Karena bisa jadi, dalam suasana normal, jika hujan mengguyur dengan deras, air sungai meluap sehingga dengan cepat merendam pemukiman penduduk. Pihaknya sudah mengimbau kepada anggota Tim SAR, PMI, kelompok pramuka dan pekerja sosial supaya siaga penuh.
Ditambahkan bahwa lazimnya November- Desember bahkan terkadang hingga Januari curah hujan tinggi. Karenanya, Okta mengimbau warga tetap waspada tidak panik saat terjadi musibah seperti banjir. Diingatkan juga supaya saling membantu terutama warga di kawasan yang kebetulan pada saat tersebut aman dari banjir. Sejumlah sungai di Pidie Jaya yang dinilai rawan banjir yaitu, Krueng Meureudu, Krueng Ulim, Krueng Jeulanga Bandardua, Krueng Panteraja dan Krueng Putu Kecamatan Bandarbaru.
Catatan media ini, sejumlah gampong sepanjang DAS Krueng Meureudu/Meurahdua memang sudah jadi langganan banjir. Kecamatan Meurahdua meliputi Pante Beureune, Beuringen, Dayah Kruet, Dayah Usen, Mancang, Meunasah Raya serta Meunasah Jurong teupin Pukat. Sementara Kecamatan Meureudu yaitu, Gampong Masjid Tuha terutama Dusun Lhoknga, Meunasah Lhok serta Meunasah Balek.(*)
PENULIS : ABDULLAH GANI


















