Hari Ini, Kasus Positif Corona di Aceh Hanya 11 Orang, Jakarta Diminta Jeli Soal Zonasi Covid Aceh

BANDA ACEH I ACEH HERALD ACEH kembali mencatat kasus konfirmasi Covid-19 paling rendah secara nasional. Penderita baru di propinsi paling ujung barat Sumatera itu tercatat hanya 11 orang. Sebuah fenomena makin menggembirakan bagi masyarakat Aceh yang kini mau tak mau tercekam dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Angka 11 orang itu seakan memberi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ilustrasi

BANDA ACEH I ACEH HERALD

ACEH kembali mencatat kasus konfirmasi Covid-19 paling rendah secara nasional. Penderita baru di propinsi paling ujung barat Sumatera itu tercatat hanya 11 orang. Sebuah fenomena makin menggembirakan bagi masyarakat Aceh yang kini mau tak mau tercekam dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Angka 11 orang itu seakan memberi sinyal kepada kemungkinan perubahan status zonasi di Aceh, terutama Banda Aceh yang kini mulai adem namun pekan ini mash dalam zona merah. Dan kondisi tersebut tak lepas dari keberadaan rumah sakit rujukan utama, serta beberapa rumah sakit rujukan lainnya di Kota Banda Aceh.

Keberadaan rumah sakit rujukan yang umumnya dihuni oleh warga dari luar Kota Banda Aceh membuat terjadinya peningkatan BOR (Bed Occupancy Ratio) rasio hunian tempat tidur pasien rawat inap yang tinggi di Kota Band Aceh. Hal itu yang menjadi salah satu konsideran penentuan zonasi covid oleh Satgas Nasional.  “Kondisi catatan minimum kasus serta pertimbangan status BOR hendaknya membuka mata pihak Jakarta, atas status zonasi covid di Aceh, hingga masyarakat tak lagi was was dan terkekang dalam beraktifitas,” tutur Azhari, seorang wartawan senior di Banda Aceh, malam ini.

Saifullah Abdulgani

Sesuai dengan rilis dari Jubir Satgas Covid Aceh, Saifullah Abdulgani, setelah Aceh yang kembali mencatat kasus baru terendah, selanjutnya adalah,  Sulawesi Barat 62 orang, Sulawesi Utara dan Papua Barat, sama-sama 70 orang. Tiga tertinggi masih meliputi, Jawa Barat 7.287 orang, DKI Jakarta 5.000 orang,  Jawa Timur 4.423 orang, dan secara nasional penambahan penderita baru 34.257 orang.  “Meski kasus konfirmasi harian kian turun di Aceh, namun tetaplah waspada. Perang melawan virus corona belumlah usai,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin (19/7/2021).

Baca Juga:  Polda Aceh Ungkap Kasus Narkotika, 300 Kg Ganja Siap Edar Diamankan

Menurut Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu, diperlukan strategi jitu memenangkan peperangan melawan pasukan tak kasat mata virus corona itu. SAG mengutip filosofi perang oleh Panglima Militer Kerajaan Qi yang dipimpin Kaisar Wu di Negeri Cina kala era sebelum Masehi, yaitu mewasiatkan agar kita mengenal dengan baik medan perang yang kita hadapi supaya menang, seperti tercantum dalam bukunya yang terkenal, The Art of War. “Medan “perang” kita saat ini bukan zona hijau, melainkan zona kuning, zona oranye, dan zona merah,” kata SAG.

SAG menambahkan, masyarakat yang merayakan Idul Adha 1442 H di zona merah penting menyadari berada di daerah penyebaran virus corona yang belum terkendali. Di zona oranye, penyebaran virus corona masih tinggi dan berpotensi tidak terkendali. Sedangkan di zona kuning, penyebaran virus corona sudah terkendali tapi masih ada kemungkinan transmisi.

Selain mengenal lingkungan, lanjutnya, perlu juga mengenal perilaku sehat masyarakat di sekitarnya. Protokol kesehatan belum dijalankan secara disiplin dan konsisten di setiap daerah. Ada daerah yang pamakaian maskernya tinggi tapi masih abai pada urusan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Begitu juga sebaliknya, tutur SAG.

Hasil monitoring Satgas Penanganan Covid-19 Nasional periode 12 – 18 Juli 2021, perilaku  protokol kesehatan di kalangan masyarakat masih beragam.  Ada zona hijau pemakaian masker, zona kuning, atau zona oranye. Begitu juga zona menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Daerah yang dikategorikan zona hijau pemakaian masker meliputi Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie Jaya, Pidie, Sabang, dan Aceh Selatan. Zona kuning meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Besar, Banda Aceh, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Singkil. Zona oranye, meliputi Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Simeulue, dan Subulussalam.

Baca Juga:  Sarkawi : Pemerintah dan Ormas Islam Harus Jalin Kolaborasi

Sedangkan zona hijau menjaga jarak meliputi Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Langsa, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Pidie, Banda Aceh, Sabang, Aceh Selatan, dan Simeulue. Zona kuning; Bireuen, Bener Meriah,  Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil. Zona oranye meliputi Lhokseumawe dan Aceh Barat Daya.

Berdasarkan data distribusi dan frekwensi tersebut, tampak ada delapan kabupaten/kota yang masyarakatnya yang tinggi disiplin memakai masker,  konsisten menjaga jarak dab menghindari kerumunan, yakni Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Langsa, Gayo Lues, Pidie Jaya, Pidie, Sabang, dan Aceh Selatan, simpul SAG.

Berita Terkini

Haba Nanggroe