Debut Berat The Orange Force, Imbang Tanpa Gol VS Bhayangkara FC

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Skuad The Orange Force Persiraja melakoni debut berat di altar Liga 1. Melaju ke Liga 1 setelah mengais tiket sisa lewat koridor play off laga semifinal Divisi 2 dengan Sriwijaya FC, pasukan besutan Hendri Susilo itu langsung menjajal skuad bertabur bintang Bhayangkara FC, dalam debutnya di Liga 1, Jumat (29/2/2020) … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Striker Bhayangkara FC, Ezechield N berusaha melewati bek Persiraja Adam Mitler.

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Skuad The Orange Force Persiraja melakoni debut berat di altar Liga 1. Melaju ke Liga 1 setelah mengais tiket sisa lewat koridor play off laga semifinal Divisi 2 dengan Sriwijaya FC, pasukan besutan Hendri Susilo itu langsung menjajal skuad bertabur bintang Bhayangkara FC, dalam debutnya di Liga 1, Jumat (29/2/2020) malam di Stadion Harapan Bangsa.

Terlibat dalam duel yang sarat emosional, The Orange Force berhasil membungkam sesumbar tamunya Bhayangkara FC yang ingin mengutip angka penuh atas tuan rumah. Kedua tim terlibat dalam duel force menjurus kasar, hingga beberapa pemain kedua tim terkapar di lapangan.

Tim tamu Bhayangkara FC yang menang postur serta merasa powerfull memancing tuan rumah dengan perminan panas, untuk mengurai konsentrasi serta konsistensi permainan lawan. Akibatnya benturan demi benturan terjadi di lapangan. Barisan belakang Bhayangkara beberapa kali menakali lini depan Persiraja yang digawangi Vanderley, Asanur ‘Tores’ Rijal serta Miftahul Hamdi.

Trio Persiraja itu mampu mengocok lini belakang Bhayangkara dengan permainan one two touch mereka. Walhasil ketiganya seperti menjadi target. Miftahul Hamdi sempat terkapar di lapangan, sementara Hasanur ‘Tores’ dilarikan dengan ambulans, paska berbenturan dengan center back Bhayangkara.

Tampil dengan pola dasar 4-3-3 yang dikombinasi dengan 4-4-2, skuad tuan rumah diuntungkan dengan penampilan luar biasa dan militan Adam Mitler sebagai fullback. Selain itu tentu saja didukung oleh kepiawaian Fakhrurrazi di bawah mistar.

Sempat tampil demam panggung selaku tim debutan di Liga 1, Torres dkk nyaris berada dalam control tamunya selama 10 menit pertama, sejenak peluit kick off dilengkingkan wasit Annas Apriliandi. Secara perlahan, Bruno Dybal dkk bangkit melayani pressur tamunya, hingga jual beli serangan mulai terjadi.

Baca Juga:  Hiu Tutul Seberat 1 Ton Terjerat Jaring Nelayan

Didukung sekitar 25.000 orang supporter yang menyesaki Stadion Harapan Bangsa, khususnya skull mania yang terus menyanyikan lagu penyemangat, pasukan tuan rumah mampu melayani tamunya dalam duel yang mulai memanas di paruh babak pertama.

Faktor penjaga gawang kedua tim, Awan Seto (Bhayangkara) dan Fakhrurrazi (Persraja) yng makin matang di bawah mistar, membuat kedua tim gagal menceta gol di babak pertama. Secara pemainan, possession football masih dominan tim tamu.

Memasuki babak kedua, Persiraja dan tamunya meningkatkan tempo permainan. Bahkan keduanya bermain secara terbuka memanfaatkan lebar lapangan. Bruno Dybal dkk serta Lee Won Jae cs gagal dominan di lini tengah. Kedua tim lalu memanfaatkan serangan balik, serta meningkatkan tempo serta tensi laga. Tak ayal kedua terjebak dengan permainan fors menjurus kasar.

Hasil imbang tanpa gol ini membuat Bhayangkara FC dan Persiraja harus puas menempati peringkat kempat dan kelima secara berurutan dengan koleksi satu poin.

Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster langsung memasukkan empat pemain asingnya, Lee Won-jae, Nady Guy-Herve, Renan Da Silva, dan Ezechiel N’Douassel. Dalam starting line up. Sementara Pelatih The Orange Force mencadangkan anak lebanon Sammir Ayyas.

Secara keseluruhan pasukan Hendri Susilo dan Asisten Pelatih Ahyar Ilyas, mampu meladeni permainan skuat tamu yang memang mantan jawara Liga 1. Sebagai tim promosi, masih terlihat belum konsisten dalam laga 2×45 menit. Anak anak Bhayangkara yang kenyang pengalaman di Liga 1 berusaha memanfaatkan kondisi itu. Namun lini belakang Persiraja yang tampil apik, berhasil mematahkan gempuran demi gempuran yang justru membuat Saddil Ramdani dkk frustasi dan mulai mengajak bermain fors serta nakal.

Bagi Persiraja sendiri, satu point terasa cukup dalam laga debut yang berat dan melelahkan itu. Karena itu juga memperpanjang daftar sebagai tim skuad yang tak terkalahkan di home basenya. Pasukan milik Nazaruddin ‘Dek Gam’ itu akan mlakoni laga tandang ke Madura United, 9 Maret

Baca Juga:  SMSI Minta Menkominfo Evaluasi Ulang Program Diseminasi KPCPEN

Persiraja: 31-Fakrurrazi; 5-Adam Thomas Mitter, 3-Eriyanto, 89-Tri Rahmad Priadi; 17-Agus Suhendra, 23-Asanur Rijal, 10-Bruno De Araujo Dybal; 32-Fary Komul, 7-Zamrony, 11-Mifthul Hamdi; 99-Vanderlei Francisco

Pelatih: Hendri Susilo

Bhayangkara FC: 12-Awan Setho R; 2I Putu Gede Antara, 16-Achmad Jufriyanto, 15-Lee Won-jae, 14-Ruben Sanadi; 71-Nady Guy-Herve, 19-T.M Ichsan, 29-Saddil Ramdani, 20-Sani Rizki Fauzi, 70-Renan Da Silva; 10-Ezechiel N’Douassel

Pelatih: Paul Munster

Penulis          : Nurdinsyam

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe