Covid Aceh Mulai Mengkhawatirkan, Ruang RICU Penuh 40 Pasien Dirawat

Sekda Semangati Nakes di RSUDZA BANDA ACEH I ACEH HERALD SITUASI jangkitan corona virus disease 2019 (Covid) 19 yang ditengarai sebagai gelombang kedua di Aceh mulai mengkhawatirkan. Setidaknya itu tergambar dalam laporan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dr Isra Firmansyah SpA kepada Sekda Aceh, Taqwallah, saat berkunjung ke Rumah … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sekda Semangati Nakes di RSUDZA

ilustrasi

BANDA ACEH I ACEH HERALD

SITUASI jangkitan corona virus disease 2019 (Covid) 19 yang ditengarai sebagai gelombang kedua di Aceh mulai mengkhawatirkan. Setidaknya itu tergambar dalam laporan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dr Isra Firmansyah SpA kepada Sekda Aceh, Taqwallah, saat berkunjung ke Rumah Sakit Lapangan rujukan Covid di RSUDZA, Senin (26/04/2021) pagi tadi.

Dilaporkan oleh dr Isra, saat ini RSUDZA merawat sebanyak 40 pasien Covid-19, dengan rincin, 12 pasien berada di Respiratory Intensif Care Unit (RICU) dan 28 pasien di ruang isolasi. “Sebanyak 12 tempat tidur di RICU terpakai semua Pak Sekda. Sebagai bentuk antisipasi jika terjadi lonjakan, RICU ini akan kita perluas lagi menjadi 10 hingga 20 bed lagi. Selain itu, tenaga medis juga sudah kita tambah sebanyak 53 petugas lagi,” demikian dr Isra.

Kunjungan Sekda ke garda terdepan perawatan covid itu sebaga bagian dari upaya Pemerintah Aceh terus menggencarkan berbagai upaya sosialisasi dan mempersiapkan fasilitas pendukung bagi kelancaran dan keamanan operasional tenaga medis. Seiiring lonjakan kasus covid 19 dalam dua pekan terakhir.

Selain itu, kunjungan tersebut juga sebagai bentuk dukungan kepada para petugas medis di RSUDZA, rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu. Sekda Taqwallah tampak menyemangati tenaga kesehatan, baik para petugas medis maupun non medis yang bertugas di Rumah Sakit Lapangan Rujukan Covid-19, di komplek Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), yang baru saja diresmikan pengoperasiannya beberapa waktu lalu, oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo.

Kepada para petugas, Sekda berpesan agar bekerja dengan sebaik mungkin serta tetap mensosialisasikan bahaya dan berbagai upaya pencegahan Covid-19, baik di lingkungan keluarga maupun di sekitar tempat tinggal masing-masing. “Jadikan pengalaman penanganan sebelumnya sebagai pelajaran berharga untuk aktifitas saat ini dan ke depan. Saya dan seluruh aparatur di Pemerintahan Aceh sangat mengapresiasi kinerja bapak dan ibu sekalian, selaku garda terdepan penanganan covid-19. Teruslah fokus bekerja. Kami bersama seluruh aparatur siap mendukung sesuai tupoksi dan kemampuan kami,” ujar Sekda.

Baca Juga:  Pebalap Liar Tewas Ditembak Saat ‘Bali’, Kepala Tembus Peluru

Dalam kesempatan tersebut, pria yang pernah dinobatkan sebagai Dokter Teladan Aceh itu mengimbau seluruh unsur di RSUDZA, untuk terus bekerja sebagai sebuah supertim, menjaga kekompakan, saling membantu dan saling menguatkan. “Jalankan tugas dan kewenangan dengan penuh rasa tanggungjawab. Bekerjalah sebagai sebuah supertim, saling dukung satu sama lain. Jangan mencari-cari kelemahan rekan kerja, jika teman kita memiliki kelemahan tutupi dan bantu,” tutur Sekda berpesan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyempatkan berdialog langsung dengan para petugas medis dan non medis yang bertugas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19, sebagai upaya menjaring aspirasi langsung dari staf lapangan.

Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto, para Wakil Direktur RSUDZA serta Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh Saifullah Abdul Gani.

Berita Terkini

Haba Nanggroe