
BANDA ACEH | ACEH HERALD.com-
Pelayanan Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat sejumlah bank konvensional tersebut beralih dari bank konven ke bank syariah dan bergabung dalam Bank Syariah Indonesia, kata kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, Senin (23/5/2022) di Banda Aceh.
Dalam diskusi bersama wartawan dan pengusaha media yang tergabung Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh, Wisnu Sunandar, mengatakan pada tahap awal Bank Syariah Indonesia bisa memahami sebagian pengusaha Aceh banyak yang mengeluh dan bahkan sebagian di antaranya ada yang lari ke Medan, Sumatera Utara, karena alasan kebutuhan mereka tidak bisa BSI terkover di Bank Syariah.
“Itu cerita setahun lalu. Tapi, kini BSI telah menyediakan berbagai platform khusus untuk pengusaha di Aceh. Sekarang kami mengimbau para pengusaha Aceh yang sempat hijrah ke Medan segeralah kembali. Mari kita membangun Aceh ini secara bersama-sama,” harap Wisnu Sunandar.
Didampingi Humas BSI Region Aceh, Nazruddin Mz dan Mia Rizky Safitri, kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, menambahkan memang untuk membujuk pengusaha Aceh kembali Tanah Rencong perlu waktu.
“Saya dalam beberapa bulan terakhir terus mencoba mendekati dan menanyakan tentang keluhan para pengusaha Aceh? Alhamdulillah, setelah kita berbicara dari hati ke hati dan kita nyatakan siap untuk membantu, sebagian langsung bisa memahami. Kini, tidak ada keluhan tentang keberadaan Bank Syariah di Aceh,” ujar Wisnu.
Dikatakan, selama ini mereka mungkin belum mengetahui platform yang disediakan oleh BSI untuk pengusaha. “Kini BSI semua ada,” Kata kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar dalam pertemuan yang dihadiri Ketua SMSI Aceh, Aldin NL bersama sejumlah pengurus lainnya.
Kredit Usaha Rakyat
Kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, lebih jauh menjelaskan tentang platform pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah disalurkan pada tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 1,4 Triliun, namun realisasinnya mencapai Rp 1,6 T. “Ini satu pertanda yang menggembirakan, apalagi tercatat dari 15.078 nasabah, nasabah baru mencapai 9.631 orang.
Dikatakan, platform KUR yang disediakan melalui BSI dimaksudkan sebagai upaya peningkatan akses sumber pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Aceh.
Menurut Wisnu, pada 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh diberikan target untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,4 triliun.
Dari target itu, BSI Aceh berhasil menyalurkan Rp 1,61 triliun, dimana melebihi target yang ditentukan BSI Pusat. Untuk tahun 2022 ini, BSI Regional Aceh mendapat kuota KUR sebesar Rp 2,4 triliun.
Secara nasional penyaluran pembiayaan BSI sepanjang 2021 mencapai Rp 171,29 triliun, naik 9,32 persen year-on-year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 156,70 triliun.
BSI Regional Aceh, tahun 2021 dari sisi pembiyaan tumbuh positif sebesar Rp 865 miliar atau meningkat sebesar 6,25 persen sehingga total pembiayaan posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,7 triliun.
Lebih Wisnu juga menjelaskan BSI Aceh yang memiliki 700 ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan tersebar di seluruh Aceh juga sudah melakukan penggantian 223 ATM, termasuk di dalamnya 58 mesin CRM dan penggantian dilakukan pada mesin ATM magnetic stripe menjadi ATM Chip.
Penulis M Nasir Yusuf



















