Pariwara

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD.com
Petani tambak Lhokseumawe kini sudah bisa tersenyum. Program pengembangan budidaya udang vaname yang dilakukan dengan sistem bioflok ternyata sudah membuahkan hasil.
Wakil Walikota Lhokseumawe, H Yusuf Muhammad kepada AcehHerald.com mengatakan warga dan petani tambak Gampong Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti, yang akhir-akhir ini berusaha untuk mengembangkan udang vanname secara instensif sudah bisa menikmati hasil panennya. Alhamdulillah, hasilnya juga sangat memuaskan.
Pada panen perdana udang vanname yang dihadiri Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, petani Uteun Bayi berhasil menjaring sebanyak 1,5 ton udang yang siap dipasarkan.
Para petani mengaku puas dan gembira. Apalagi panen perdana bisa dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri, yang tinggal tiga dua pekan lagi. “Kami memang sangat membutuhkan biaya untuk keperluan lebaran. Tapi, alhamdulillah dengan panen vanname hal itu sudah teratasi,” ujar seorang petani.
Dengan hasil panen tersebut, berarti pengembangan udang vanname yang dilakukan petani tambak Uteun Bayi yang dibiayai dengan dana otonomi khusus Aceh (DOKA) berhasil dan ini akan terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.
Melihat jumlah udang yang panen, H Yusuf Muhammad MSM mengaku sangat puas. Namun, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan teknik pengembangan vanname di masa mendatang. Sehingga panennya bisa lebih meningkat. Bisa menghasilkan udang yang lebih besar.

Meski demikian, ujar Wakil Walikota Yusuf Muhammad, dengan hasil yang dicapai pada panen hari ini, jika kita lakukan perbaikan sistem pengembangannya dipastikan produksi akan jauh lebih meningkat. Petani petambak akan memanen dolar dari kolam ikannya.
Namun demikian, katanya, pada panen perdana hari ini, saya bahagia karena melihat para petani tambak sangat puas atas hasil panen vanname yang dikembangkan secara intensif di neuheun-neuheun (tambak) penduduk tersebut.
Pengembangan udang vanname di Desa Uteun Bayi merupakan salah satu program utama Pemko Lhokseumawe dalam meningkatkan taraf hidup petani petambak di kota berpenduduk sekitar 200.000-an jiwa.
Untuk mendukung program tersebut, Pemko Lhokseumawe memanfaatkan dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2022 sebesar Rp 1,2 miliar. Hasilnya, sesuai target awal. DOKA Jalan, petani sejahteraan.
Yusuf Muhammad mengatakan, budidaya udang vaname sistem bioflok ini merupakan yang pertama kalinya dikembangkan di kota pesisir yang berlokasi di bibir Selat Malaka. Sebelumnya, petani setempat budidaya udang vaname ini dilakukan dengan menggunakan tambak tradisional dan hasilnya kurang maksimal.
Untuk meningkatkan hasil tani, Pemko Lhokseumawe membangun pembudidayaan udang vaname dengan sistem bioflok di Kecamatan Banda Sakti dengan menghabiskan anggaran Rp 1,2 miliar. (adv)
Penulis : Yuswardi



















