Banjir Susulan Terjang Sejumlah Daerah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh

BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com – Banjir susulan kembali menerjang bebeberapa daerah di Aceh yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi, seperti di Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah.

Banjir susulan ini terjadi, tepat 28 hari setelah banjir bandang dan tanah longsor meluluhlantakkan 18 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Aceh.

Berdasarkan rangkuman dari jejaring awak media Acehherald.com melalui media sosial whatshaap terhimpun informasi bahwa mulai Rabu (24/12/2025) sore, banjir mulai mengalir deras dan menggenangi desa-desa seperti banjir tanggal 26 November lalu.

Di Bener Meriah tepatnya di daerah Buntul Kemumu, Lampahan Timur, Desa Burni Pase atau Genting Gajah, dan Kem Jalan KKA Seni Antara, air datang setelah magrib, yang sebelumnya hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, menyebabkan banjir susulan.

Sementara itu, dari Aceh Tengah dilaporkan bahwa kawasan wisata Desa One-one juga diterjang banjir susulan yang sebelumnya hujan deras mengguyur di wilayah tengah Aceh tersebut.

Lalu di sejumlah gampong Pidie Jaya juga diterjang banjir. Air mulai merendam pemukiman di Kecamatan Bandar Dua. Beberapa desa yang terdampak cukup parah di antaranya Desa Alue Sane, Alue Ketapang, Alue Me, Gahru, Blang Cut,  Beurawang, dan Babah Krung.

Selain di Kecamatan Bandar Dua, luapan air juga terjadi di sepanjang aliran sungai utama di Pidie Jaya. Lokasi-lokasi yang sebelumnya sempat dihantam banjir bandang kini kembali tergenang.

Sedangkan di wilayah Bireuen, data sementara yang diterima awak media ini, ada tiga daerah yang tergenang banjir yang sebelumnya tidak terdampak banjir bandang, yakni Jeunib. Peudada, dan Matang Glumpang 2.

Lagi-lagi hujan mengguyur dua gampong ini, sehingga airnya menggenani pemukiman penduduk juga merendam jalan lintas Banda Aceh – Medan.

Baca Juga:  Lulus Tes Kesehatan, Tiga Bakal Paslon Bupati dan Wakil Bupati Abdya Mengikuti Uji Mampu Baca Al-Quran

Warga mulai panik dan pada mengungsi ke daerah aman dan tinggi, seperti di Gampong Blang Cut, Mereude, Pidie Jaya. Dimana warga mengungsi ke mesjid-mesjid terdekat.

Sementara itu, kepanikan yang sama juga dirasakan warga Bener Meriah. Mereka berteriak histeris karena ketakutan banjir bakal seperti banjir bandang tanggal 26 November lalu. Di wilayah ini, warga dihimbau untuk tidak keluar rumah dan menanti informasi apakah harus mengungsi atau tidak.

Salah satu warga yang panik, Nahla, warga Bener Meriah. Ia yang berada di dalam mobilnya teriak histeris dikarenakan air deras menghantam kendaraannya dari arah depan.

“Ya Allah air turun lagi…Ya Allah. Kemana kita bang. Mundur aja kita bang. Balik lagi dan cari aman. Ya Allah hu…hu..hu. Cepat bang…cepat. Kemana kita bang,” ujarnya histeris.