Banjir Krueng Pudeng Mereda, Nek Nurma Masih Dicari

JANTHO I ACEH HERALD MUSIBAH banjir bandang atau Ulee Ie yang menerjang daerah aliran sungai Kreung Pudeng, sekitar pukul 16.00 WIB jelang petang tadi, saat ini telah mereda. Banjir luapan Krung Peudeng itu sempat merendan Gampong Pudeng, Gampong Pasie dan Gampong Lhok, Kemukiman Gle Bruek, Kecamatan Lhoong Aceh Besar. Ketiga gampong itu adalah gampong yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Petugas sedang ,molong warga yang sedang melewati banjir berarus deras. Foto BPBD Aceh Besar

JANTHO I ACEH HERALD

MUSIBAH banjir bandang atau Ulee Ie yang menerjang daerah aliran sungai Kreung Pudeng, sekitar pukul 16.00 WIB jelang petang tadi, saat ini telah mereda. Banjir luapan Krung Peudeng itu sempat merendan Gampong Pudeng, Gampong Pasie dan Gampong Lhok, Kemukiman Gle Bruek, Kecamatan Lhoong Aceh Besar.

Ketiga gampong itu adalah gampong yang dilalui oleh arus Krueng Pudeng sejak dari hulu di kawasan Gunong Geurutee hingga kawasan di bibir pantai, yang hanya terpaut sekitar 500 meter dari kaki Gunong Geurutee.

Banjir akibat terjangan air dengan debit tinggi akibat hujan di hulu itu, menimbulkan satu korban yaitu, Nurma (65), warga Gampong Ceurieh Kecamatan Uleekareng Banda Aceh. Wanita lansia itu memang warga yang bermuasal dari Lhoong, Aceh Besar. “Benar, istri Saya sampai saat ini belum ditemukan, keluarga dan warga gampong terus melakukan pencarian dalam kondisi arus sungai yang deras,” kata Muhammad Saleh (69), suami dari Nurma, yang juga pensiunan PNS Dikbud.

Pak Saleh, demikian lelaki itu disapa oleh para mantan muridnya, terlihat sangat terpukul dengan kepergian sang istri, akibat terseret banjir. Sejauh ini belum bisa dipastikan nasib Nek Nurma.

Beberapa kalangan menyebutkan, saat kejadian, Nurma dan beberapa anggota keluarga termasuk cucunya, sedang meuramien di tepian sungai. Saat mendadak air dalam debit tinggi seperti gelombang yang turun menerjang dari hulu sungai, anggota keluarga yang lain berhasil melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Namun tenaga lansia Nurma tak mampu menghindarkan dirinya dari terjangan air bah itu, hingga wanita lansia itu tergulung dalam pusaran arus deras sungai. “Kondisi korban terseret arus sungai dan hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan,”kata Kalak BPBD Aceh Besar melalui Personil Pusdalops, Maswani, jelang magrib tadi.

Baca Juga:  Surat Rapid Test Tangkal OTG ke Sabang
Petugas gabungan sedang melakukan briefingdi sela sela pencarian korban banjir. Foto BPBD Aceh Besar.

Luapan air sungai itu sempat menggenangi rumah warga hingga ketinggian 50 cm. Namun karena air lancar mengalir ke lembah, makanya genangan tidak berlangsung lama. Banjir itu juga sempat menggenangi lahan persawahan warga dan lahan pertanian..

Hingga saat ini kondisi debit air sudah mulai surut secara perlahan dan intensitas hujan pun mulai menurun namun demikan dimintakan kepada masyarakat untuk tetap waspada mengantisipasi apa bila kondisi cuaca dan hujan terus terjadi demikian ujar petugas damkar BPBD di lokasi kejadian banjir tersebut.

Petugas piket pemadam BPBD Aceh besar pos Lhong terus melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan bersama unsur kecamatan di titik lokasi banjir serta melakukan penyisiran bantaran sungai untuk mencari korban yang dinyatakan hilang. Hingga saat ini korban menurut keterangan petugas di lokasi kejadian masih belum ditemukan.

Berita Terkini

Haba Nanggroe