BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Direktur Utama Perumda Tirta Daroy, T Novizal Aiyub atau sering disapa Ampon Yub menyatakan, kondisi suplai air ke pelanggan PDAM Tirta Daroy sangat tergantung kepada tingkat ketersediaan air baku di Krueng Aceh. Jika permukaan air Krueng Aceh menyusut, maka suplai air PDAM akan terkendala. “Ini bukan soal mesin atau tenaga manusia, namun semata mata karena kondisi alam yang berakibat pada turun naiknya permukaan air sungai. Tentu hal ini di luar kemampuan manajemen,” kata Ampon Yub, Senin (17/02/2025) pagi.
Ampon Yub merasa perlu untuk menjelaskan hal itu, karena cakupan layanan suplai air PDAM terkadang fluktuatif, namun secara umum coverage layanan tersebut sudah lebih stabil dibanding sebelumnya.
Dirincikan, saat ini cakupan distribusi jaringan PDAM Tirta Daroy telah mencapai 100 persen wilayah Kota Banda Aceh. Dengan cakupan pelayanan melebihi 80 persen dari total jumlah penduduk Kota Banda Aceh. “Alhamdulillah, persentase cakupan ini hanya mampu dilakukan oleh beberapa kota di Indonesia. Namun kami akan terus berupaya untuk menambah coverage itu, tentu saja harus didukung dengan kondisi ketersediaan air baku,” kata Ampon Yub.
Saat ini, setiap bulannya PDAM Tirta Daroy mendistribusikan air sebanyak 1,3 juta meter kubik yang setara dengan 43.000 meter kubik per hari. Atau rata rata 0.8 M³ air per pelanggan per hari. Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Daroy mencapai 55.000 SR (Sambungan Rumah). “Dengan jumlah pelanggan yang puluhan ribu itu, tentu banyak ragam ekspektasi yang bisa jadi di luar kemampuan manajemen. Namun kami berusaha bekerja secara profesional saja, dengan nawaitu memberikan yang terbaik untuk pelanggan kami,” pungkas Ampon Yub.