Aceh Kembali Kehilangan Ulama Kharismatik, Abu Matang Perlak Tutup Usia

BANDA ACEH | ACEH HERALD ACEH kembali berduka. Seorang ulama karismatik dan pimpinan dayah, Tgk H. Abdul Wahab bin Hasan yang akrab disapa dengan nama panggilan Abu Matang Perlak meninggal dunia, Jumat, (7/5/2021) atau bertepatan dengan 25 hari puasa Ramadhan. Innalilahi wa innailaihi Raji’un. Informasi yang dihimpun Aceh Herald dari berbagai sumber, Abu Matang Perlak … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Almarhum Tgk H Abdullah Wahab bin Hasan yang akrab disapa Abu Matang Perlak

BANDA ACEH | ACEH HERALD

ACEH kembali berduka. Seorang ulama karismatik dan pimpinan dayah, Tgk H. Abdul Wahab bin Hasan yang akrab disapa dengan nama panggilan Abu Matang Perlak meninggal dunia, Jumat, (7/5/2021) atau bertepatan dengan 25 hari puasa Ramadhan. Innalilahi wa innailaihi Raji’un.

Informasi yang dihimpun Aceh Herald dari berbagai sumber, Abu Matang Perlak yang selama ini memimpin Dayah Darussa’dah Gampong Matang Peureulak Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, dilaporkan meninggal di kediaman istrinya di Matang Gelumpang dua Kabupaten Bireuen.

Jenazah almarhum direncanakan akan disemayamkan di komplek ini Dayah Darussa’dah Gampong Matang Peureulak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Berpulangnya ulama karismatik itu cepat menyebar luas di media sosial. Netizen pun, baik santri atau orang-orang yang pernah mengenal Abu Matang Perlak  ikut mendoakan kepergian ulama yang merupakan salah seorang murid Syech Muda Wali Alkhalidi dan pemimpin pesantren yang terletak di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur, H.Hasballah M Thaib turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulang ke Rahmatullah Abu Matang Perlak. “Kami turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulang ke Rahmatullah Abu Matang Perlak,” tulis Bupati Aceh Timur Hasballah.

Hasballah yang akrab disapa Rocky mengaku dirinya merasa kehilangan atas meninggalnya Tgk Abdullah Wahab. Karena baru berselang dua hari lalu, ulama kharismatik Tgk H Abdullah Rasyid atau Abu Lah Krueng Lintang juga meninggal dunia.

“Tapi, sudah kehendak Allah SWT, kita harus menerima atas kepergian dua ulama ini,” kata mantan kombatan GAM ini.(*)

Baca Juga:  Keuchik Buka Suara, Sepakat Atasi Begal di Lhokseumawe

Berita Terkini

Haba Nanggroe