BLANGPIDIE I ACEHHERALD.com – Ruang sidang utama DPRK Abdya yang berisik dengan tepuk gemuruh pengunjung mulai dari lantai bawah hingga lantai atas, sejenak DR Safaruddin SSos MSP yang didampingi Zaman Akli SSos tampil untuk melakukan pidato perdana sejenak dilantik, tiba tiba perlahan menjadi senyap.
Semua itu terjadi, kala Safaruddin dengan suara bergetar menahan isak bercerita tentang almarhum ayahnya, Sabirin, yang ia pastikan tak pernah memimpikan anaknya menjadi Bupati Aceh Baratdaya (Abdya). “Ayah lon tuan tak pernah memimpikan anak nya menjadi Bupati Abdya, ia meninggal tahun 2017. Ketika saya gagal menuju kursi legislatif Abdya tahun 2012, saya disarankan ayah untuk mundur teratur dari panggung politik. Kajiet neuk bekle meupeulitek (sudah lah nak jangan lagi berpolitik), cukup menjadi tenaga honor dan kontrak saja nak,” kata Safaruddin menirukan ucapan sang ayahanda dengan suara bergetar menahan isak yang nyaris tumpah.
Situasi terasa makin senyap dan emosional saat Safaruddin masih dengan mimik menahan tangis berkisah tentang begitu luar biasanya kasih sang ayah kepada dirinya. “Ayah saya yang tak tega melihat saya menghadapi tekanan politik. Tapi hari ini, keberhasilan saya hari ini (Safaruddin akhirnya sambil terisak) tak mamp …….(terputus) dan Saya yakin Bapak…. pasti akan bangga jika melihat anaknya sukses menggapai cita cita…..Safar lalu berdoa untuk sang ayah….”Allahummaghfirlahu warhamhu………

“Kini tinggal ibunda saya Sarina dan mewakili ayah ada adik kandung ayah Cekyan ..terimakasih…” kata Safar dengan suara lirih nyaris tak terdengar seraya juga mengucapkan terimakasib untuk Zaman Akli dan keluarga besarnya.
Dalam nada tegar Safaruddin kembali mengulas tentang keluarganya yang hanya orang kebanyakan atau dari kalangan akar rumput. “Saya bukan berasal dari keluarga berada, Bapak saya hanya seorang tukang jahit yang tak punya mimpi besar. Tapi saya setelah tamat s1 berkonsisten di dunia politik sebagai jalan hidup saya dan Allah sampaikan itu, walau nyaris semua orang mengatakan tak mungkin seorang Safaruddin akan memimpin Abdya,” kata Safaruddin dalam suasaa makin kening.
Jika Allah berkehendak semua bisa terjadi. Manusia hanya sebatas merencanakan dan bercita cita. “Hai anak muda jangan pernah kalah dengan kehidupan pada hari ini ok!! Safaruddin bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Safar dengan gaya khas oratornya yang disambut gemuruh ribuan simpatisannya di dalam dan di luar gedung DPRK Abdya, yang menyaksikan prosesi pelantikan itu dari layar monitor.
Pasangan Safaruddin/Zaman Akli dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menjadi Bupati/Wakil Bupati Abdya Periode 2025-20230 melalui Sidang Paripurna DPRK Abdya yang dipimpin Ketuanya Roni Guswandi, Minggu (16/02/025).
Baik Muzakir Manaf maupun Roni Guswandi senada berharap agar Safar/Akli mampu membangun sinergi dengan semua jajaran untuk mewujudkan pembangunan di Abdya denga tagline Arah Baru Abdya Maju.
Rangkaian prosesi pelantikan Safar/Akli berlangsung hingga pukul 11.30 WIB jelang dinihari tadi.





















