islamistablog.pl
krasnoselkup.ru
lynnchase.com
randommization.com

600-an Jiwa Mengungsi, Paro Longsor dan Sempat Buka Tutup

BPBD, TNI/Polri Berjibaku Dalam Hujan Lebat Hingga Dinihari

Evakuasi di Villa Buana. Foto BPBD Abes

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Hujan deras yang mengguyur Banda Aceh/Aceh Besar hingga menjelang dinihari tadi, memunculkan banjir kiriman dan genangan yang parah pada beberapa titik di Aceh Besar. Sedikitnya terdapat 600 orang lebih yang harus mengungsi dan diungsikan oleh tim gabungan BPBD, TNI/Polri dengan rubber boat.

Kawasan yang terparah dilanda banjir genangan dan kiriman dari hulu adalah beberapa gampong dalam wilayah Kecamatan Darul Imarah. Mulai dari Mata Ie, Lambhue, Keutapang, Garot, Gue Gajah, hingga Lampasie Engking. Kawasan yang terhitung sangat parah adalah di Gampong Garot dan Komplek Vil Buana di Lampasie Engking. Pada dua lokasi itu, personil BPBD, TNI/Polri mengerahkan rubber boat untuk mengevakuasi sebagian warga yang terjebak di dalam rumah.

Alat berat bersihkan lonsorang paro. Foto BPBD Abes

Sedikitnya dua titik juga telah didirikan dapur umum, yaitu di SDN Garot, di Mahad Tahfiz Quran, namun ada juga lokasi pengungsian di SD Lampasie Engking Darul Imarah dan Meunasah Krueng Kala Kecamatan Lhoong yang tak diketahui sejauh mana kebutuhan mereka terpenuhi.

Hingga dinihari tadi, personil BPBD Aceh Besar, TNI/Polri terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pembersihan beberapa titik badan jalan di Gunung Paro yang longsor serta pohon tumbang ke jalan. Termasuk insiden pohon tumbang jelang tengah malam tadi di kawasan Sukamakmur.

Kalaksa BPBD  Aceh Besar Farhan AP yang didampingi Operator Pusdalops Maswani mengatakan, sejauh ini arus lalulintas di kawasan pegunungan Paro dan Kulu telah normal kembali. Walaupun sempat dilakukan sistem buka tutup hingga dinihari tadi.

Selain itu, seluruh personil pos pantau dan pos operasional BPBD Aceh Besar pada titik yang ada juga terus melakukan pemantauan dan pendataan kondisi paling mutakhir.

Baca Juga:  Weu Leumo Terpanggang Jelang Tengah Malam

L-300 Terjebak Longsor

Pembersihan material sekaligus mengevakuasi L-300 yang terjebak material longsor Gunung Paro. Foto BPBD Abes

Dirincikan, pohon tumbang terjadi di Gunong Kulu pada KM 41 pagi Jumat sekitar pukul 08.00 WIB dan berhasil dibersihkan dua jam kemudian.  Namun kondisi lebih buruk menimpa kawasan Gunong Paro. Setidaknya ada empat insiden pohon tumbang serta longsor sepanjang Jumat hingga menjelang dinihari Sabtu (09/05/2020).

Bahkan sebuah mobil penumpang L-300 yang melaju dari Banda Aceh menuju kawasan Barat Selatan, sempat terjebak longsoran tebing ketika berusaha melewati material yang baru runtuh dari tebing jalan nasional KM 33, sekira pukul 21.00 WIB tadi malam. Sebelumnya pada siang hari juga terjadi longsor parah di KM 36 tebing gunung Paro hingga diberlakukan sistem buka tutup.

Khusus longsoran yang terjadi malam, baru berhasil dinormalkan hingga pukul 01.30 WIB dinihari tadi. Juga ada pohon tumbang di Glee Paro Km 30 sekira pukul 20.30 WIB, dan satu jam kemudian berhasil dibersihkan. Semua pekerjaan pembersihan longsoran dan pohon tumbang itu berlangsung di tengah guyuran hujan lebat hingga jelang dinihari tadi, seperti dilaporkan Maswani, Operator Pusdalops BPBD Aceh Besar, pukul 03.00 WIB dinihari tadi.

Sementara itu dilaporkan juga beberapa lokasi banjir, antara lain di Gampong Krueng Kala Lhoong yang sempat surut namun permukaan air naik lagi jelang magrib kemarin. Tinggi air mencapai 1 meter lebih, hingga 85 jiwa  mengungsi ke meunasah dan  43 jiwa ke tempat famili atau saudara di lokasi gampong yang aman. “Para pengungsi itu butuh makanan dan selimut,” lapor pihak BPBD Abes.

Banjir genangan dan kiriman dari gunung menimpa komplek perumahan Vila Buana dengan ketinggian air mencapai 120 centi. Sebanyak 300 rumah terendam, 104 orang mengungsi ke Mahad Tahfiz Al Quran, sebagian dijemoput dengan rubber boat. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat.

Baca Juga:  BKM Babul Maghfirah Salurkan Bantuan Banjir Aceh Utara dan Aceh Timur Melalui DPD BKPRMI Aceh Besar

Curahan airgunung juga menimpa perkampungan Lampasie Engking Darul Imarah, hingga 178 jiwa mengungsi ke SDN Pasie Engking.

Kawasan terparah juga terdampak banjir termasuk Gampong Garot sebanyak 345 jiwa pengungsi ke SD Garot karena luapan Krueng Daroy dan dibangun dapur umum oleh Dinsos.  Selain itu seratusan jiwa lebih warga Gampong Punie Kecamatan Darul Imarah juga meninggalkan rumah yang terendam dan mengungsi ke rumah saudara atau famili.

BPBD Aceh Besar, tadi malam bakda tarawih juga masih menangani pohon tumbang di Gampong Reuhat Tuha Kecamatan Sukamakmur, di jalan rel kereta api dan sudah dinyatakan tuntas. “Alhamdulillah semua sudah selesai, tapi kami tetap dalam kewaspadaan tinggi, karena cuaca masih belum bisa diprediksi,” kata Farhan yang didampingi Maswani.

 

Penulis                 : Nurdinsyam

aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
>