Zamzami Kritik Pemerintah Aceh Terkait Terhentinya Finishing RS Regional Tapaktuan

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com — Anggota DPR Aceh, Zamzami, ST., MAP, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Kesehatan Aceh menyusul dibatalkannya tender lanjutan pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional dr. H Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Berdasarkan informasi yang beredar di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek senilai Rp15,9 miliar yang bersumber dari APBD 2025 tersebut resmi dibatalkan dengan alasan waktu pelaksanaan tidak mencukupi. Tender dengan kode RUD 59578276 itu tercatat batal sejak 4 Juni 2025. “Alasan teknis seperti kekurangan waktu tidak bisa dijadikan pembenaran. Ini soal komitmen dan keberpihakan. Masyarakat Aceh Selatan sudah lama menunggu peningkatan fasilitas rumah sakit rujukan, tapi pemerintah justru mengabaikannya,” tegas Zamzami, Jumat (20/9/2025).

Padahal, keberadaan RSUD-YA Tapaktuan sangat vital untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan pantai barat selatan Aceh. “Bagaimana masyarakat mau percaya kalau proyek sebesar ini, yang sudah jelas-jelas aspirasi publik, bisa dibatalkan begitu saja? Ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak diprioritaskan,” tambahnya.

Di sisi lain, Zamzami tak menyinggung tentang adanya dua kali masa sanggah dalam proyek itu, hingga waktu tersisa telah kritis, seperti diakui oleh Pemerintah Aceh melalui Plh Kadis Kesehatan Aceh, Ferdiyus MKes, beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, karena sisa waktu yang terhitung kritis dan tak mungkin diselesaikan sesuai tahun anggaran 2025, proyek pengerjaan finishing Rumah Sakit Regional dr Yulidin Away (RRYA) di Tapaktuan dipending sementara oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh. Sebelumnya proyek itu sempat dua kali masa sanggah, hingga limit waktu pengerjaan menjadi jauh molor.

Menurut Plh Kadis Kesehatan Aceh, Ferdiyus MKes,Jumat (19/09/2025) malam, kelanjutan proyek finishing RRYA itu tetap menjadi prioritas Pemerintah Aceh. “Insha Allah Januari tahun 2026 kita segera luncurkan kembali proyek itu, sesuai dengan petunjuk dari atasan serta hasil koordinatif lintas pemangku kepentingan,” kata Ferdiyus.

Baca Juga:  Nelayan Aceh Selatan Ditemukan Meninggal Dunia Saat Melaut

Plh Kadinkes Aceh itu juga secara terbuka menanggapi tentang adanya sinyalemen seakan pihaknya sengaja menunda dan bahkan tidak melanjutkan Pembangunan rumah sakit regional milik Pemerintah Aceh yang terdiri atas lima lantai itu. “Tidak ada niat kami untuk menunda apalagi untuk tidak melanjutkan penyelesaian Pembangunan RS Rujukan Regional dr. Yulidin Away Tapaktuan pada tahun anggaran 2025. Kondisi ini semata-mata oleh sebab ketersediaan waktu yang cukup singkat dan di sisi lain komitmen Pemerintah Aceh untuk mewujudkan kemanfaatan maksimal atas hasil pekerjaan,” tandas Ferdiyus.