BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Debat Capres ‘edisi 2’ memang telah berlangsung nyaris sepekan silam. Namun geliat pro kontra dalam menyikapi debat itu terus berlangsung sejauh ini. Politisi Partai Gerindra Aceh, Safaruddin yang juga Wakil Ketua DPR Aceh, secara terbuka menyayangkan sikap Capres Anies Baswedan yang menurutnya, menyerang personal Prabowo Subianto pada debat calon presiden yang berlangsung, Minggu (7/1//2024) silam itu. “Debat Capres itu seharusnya lebih subtantif kepada tema atau apa yang akan dilakukan ke depan, bukan menyerang personal seperti itu,” kata Safaruddin, Kamis (11/1/2024).
Menurut pria yang biasa disapa Safar itu, penyerangan yang dilakukan Anies secara personal kepada Prabowo, katanya adalah sikap yang tidak patut, konon lagi dalam sebuah debat terbuka yang disaksikan masyarakat Indonesia. “Apalagi soal desakan rahasia negara dibuka di depan publik, itu kan aneh. Padahal Pak Prabowo telah menyampaikan akan membuka data dan menjelaskan apapun kepada Anies di luar debat,” jelas Safar.
Seharusnya, lanjut Safar, Anies juga harus menyadari bagaiman kontribusi Prabowo dalam derap langkah politiknya sebelum ini, hingga kini bisa menjadi seorang Capres. Pencalonan gubernur DKI kemarin, Safar menjelaskan, Anies seharusnya ingat, bahwa Prabowo yang mengusungnya dan berjuang hingga Anies menjadi Gubernur. “Kami para kader Gerindra pernah berjuang bersama Anies sebelumnya. Jadi jika dipertontonkan sikap yang tidak beretika seperti itu, tentu itu menyakiti kami semua,” ungkap Safar yang juga Presiden Klub Legend Sigupai itu.
Safaruddin berharap ke depan agar Anies dapat lebih bersikap sebagai negarawan dan bersaing secara santun dalam memperebutkan kursi nomor satu di Indonesia. “Silakan keluarkan pemikiran-pemikiran dan program yang baik untuk masyarakat, Soal pilihan, biarlah masyarakat yang menilai. Dan tentu saja dengan tidak menyerang pihak lain,” ujarnya.
Meski adanya serangan personal yang dilakukan Anies, Safaruddin mengimbau kepada para kader Gerindra, serta relawan dan simpatisan Prabowo-Gibran untuk tidak perlu membalas atau menjelek-jelekkan paslon lain. “Kita terus berbuat baik saja untuk masyarakat. Sajikan program-program yang dapat menyentuh hati masyarakat. Untuk pilihan nantinya, biarlah kembali ke hati masyarakat dan biarlah masyarakat yang menilai, mana sosok yang layak memimpin negeri ini,” tutupnya.