JAKARTA | ACEHHERALD.com — Arab Saudi kerap menjadi negara yang ingin dikunjungi masyarakat muslim dunia, termasuk warga Indonesia. Bagaimana tidak, bagi mereka yang menganut agama Islam, negara tersebut menjadi tujuan untuk menunaikan ibadah haji.
Terlepas dari hal itu, negara dengan mayoritas penduduk muslim ini seolah tak mau tergilas zaman. Baru-baru ini, Arab Saudi kembali mengumumkan proyek ambisius dalam rangka menggenjot ekonomi dan pariwisata negaranya. Sebut saja, kota futuristik Neom, Pure Beach, hingga proyek ‘Ka’bah baru’ yang dinamai The Mukaab.
Lantas seperti apa kondisi ekonomi Arab Saudi?
Melansir data Bank Dunia, Senin (17/4), produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi mencapai US$833,54 juta pada 2021. Nilai PDB ini mewakili 0,37 persen dari total ekonomi dunia. Sementara, PDB per kapita atau pendapatan rata-rata warga Arab Saudi mencapai US$23.185 pada 2021 atau setara Rp347 juta (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS).
Adapun inflasi tahunan Saudi pada Desember 2022 mencapai 3,3 persen. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, yang menyentuh level 6,5 persen atau lebih tinggi.
Pada tahun lalu, total pendapatan Arab Saudi mencapai hampir 1,27 triliun riyal Saudi atau setara Rp5.037,2 triliun (asumsi kurs Rp3.966 per riyal Saudi). Capaian ini naik 31 persen dibandingkan 2021.
Sumber pendapatan terbesar Arab Saudi berasal dari minyak mentah dan termasuk negara eksportir minyak utama dunia.
Namun, seolah tak ingin bergantung pada minyak, kini Arab Saudi melebarkan sayapnya di sektor pariwisata.
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) membangun proyek ‘sinting’ di Saudi dari ‘surga alkohol’ di kota futuristik, Neom, hingga mendirikan gedung pencakar langit The Mukaab yang disebut mirip ‘Ka’bah Baru’.
Sejak MbS memimpin Saudi, memang banyak gebrakan baru di bidang pariwisata, budaya, hingga hiburan sesuai Visi 2030. Dalam visi ini, kerajaan memang ingin mengubah wajah baru Saudi demi ekonomi.
Saudi berencana menjadikan kota futuristik Neom sebagai ‘surga alkohol’. Dilansir dari Middle East Eye, di Neom, pemerintah akan mengizinkan penjualan dan konsumsi wine, cocktails, hingga sampanye di sebuah resor.
Di situ pula, Saudi bakal membuka bar, mengizinkan toko retail menjual wine secara terbuka, demikian menurut dokumen pemerintah Saudi. Neom merupakan bagian dari mega proyek Saudi di Pulau Sindalah, Laut Merah. Resor ini rencananya dibuka pada 2023.
Kemudian, MbS meluncurkan proyek The Mukaab itu pada 16 Februari. Gedung ini akan dibangun setinggi 400 meter dengan sisi-sisinya sepanjang 400 meter juga, dan berlokasi di Riyadh. Karena bentuknya persegi, The Mukaabdinilai menyerupai ka’bah.
The Mukaab merupakan bagian dari New Murabba. Dalam pernyataan resmi, Saudi mengatakan The Mukaab akan menarik minat wisatawan asing.
“Pusat kota modern terbesar di dunia. Inilah wajah baru Riyadh,” demikian pernyataan soal The Mukaab di situs resmi New Muraba.
Gedung ini nantinya akan berisi pameran budaya dan wisata, teater imersif, hunian, hotel, ruang kantor, serta atrium. Selain itu, di lokasi tersebut bakal dibangun 80 tempat hiburan dan universitas teknologi dan desain.
Proyek tersebut diklaim akan menambah pemasukan ekonomi Saudi sebesar 180 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp728 triliun. Namun, rencana pembangunan gedung ini menuai kritik dari sejumlah pihak.
“Tampaknya (MbS) sedang membangun ka’bahnya sendiri. Apakah dia akan menjadikan ini kiblat baru untuk para jamaahnya,” ujar akademisi Asad Abu Khalil di Twitter.
Selain kedua proyek itu, demi mendongkrak cuan, Arab Saudi juga membangun wisata di tempat yang sempat dihindari Nabi Muhammad, yakni Al Ula.
Mulanya Al Ula dikenal sebagai kawasan ‘berhantu.’ Kemudian pada 2020, MbS berusaha menyulap kawasan ini menjadi wisata melalui pembangunan Al Ula Journey Through Time Masterplan’ yang diharapkan selesai pada 2035.
Saudi disebut menggelontorkan modal hingga US$15 miliar atau sekitar Rp214 triliun untuk proyek kota bersejarah itu, demikian dikutip Arab News.
Proyek ini juga bertujuan untuk menggemukkan ekonomi Saudi hingga $32 miliar atau Rp458 triliun, menciptakan 38 ribu lapangan kerja, menarik 2 juta pengunjung per tahun, dan memperluas populasi di daerah itu menjadi 130 ribu jiwa.
Al Ula terletak 1.100 kilometer dari Riyadh. Kota seluas 22.561 kilometer persegi ini merupakan situs warisan budaya kuno, termasuk Hegra, situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab.
Sumber: CNN Indonesia





















