Virus Corona di Kapal Pesiar, Dikarantika Malah Makin Menular

    TOKYO I ACEH HERALD.comSistem karantika yang dilakukan bagi korban virus corona ternyata tidak seluruhnya efektif. Ini terlihat pada penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang dikarantina di kapal mewah tersebut yang dilaporkan saat sudah terinfeksi hingga di atas 350 penumpangnya. Akibatnya, sejumlah negara memutuskan untuk mengevakuasi warganya dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Kapal pesiar Diamond Princess menjalani karantina terkait virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images/Carl Court)

 

 

TOKYO I ACEH HERALD.comSistem karantika yang dilakukan bagi korban virus corona ternyata tidak seluruhnya efektif. Ini terlihat pada penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang dikarantina di kapal mewah tersebut yang dilaporkan saat sudah terinfeksi hingga di atas 350 penumpangnya.

Akibatnya, sejumlah negara memutuskan untuk mengevakuasi warganya dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang. Dilansir AcehHarald.com dari Detikcom, saat ini sedikitnya 355 orang di kapal tersebut dilaporkan telah terinfeksi virus corona COVID-19.

Kapal pesiar mewah ini telah dikarantina sejak 3 Februari, ketika tiba di pelabuhan Yokohama. Seorang penumpang yang lebih dulu turun di Hong Kong, dikabarkan terkonfirmasi COVID-19. Seluruh isi kapal, yang terdiri dari 3.711 orang, dikategorikan close contact dan harus dikarantina.

Pro dan kontra muncul atas karantina tersebut. Meski efektif pada situasi tertentu, dalam kasus wabah virus corona COVID-19 ini karantina dinilai tidak tepat karena menciptakan ‘horor’ dan tidak manusiawi.

“Saya pikir ini adalah keputusan buruk sejak awal,” kata Dr Amesh Adalja, spesialis penyakit infeksi dari John Hopkins for Health Security di Baltimore, dikutip dari Livescience.

Karantina yang sudah berlangsung sepekan, disebut justru meningkatkan risiko penularan. Stres dan kelelahan membuat daya tahan tubuh para penumpang turun, sehingga mudah tertular.

Pemerintah Jepang pada akhirnya mengizinkan sejumlah orang untuk meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess. Mereka adalah penumpang berusia 80 tahun ke atas dan yang memiliki memang kondisi kesehatan tertentu sebelumnya. Sekitar 218 penumpang telah dievakuasi untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, sejumlah negara memutuskan untuk mengevakuasi warganya dari kapal pesiar tersebut. Amerika Serikat akan menjemput 400 warganya yang tertahan di kapal pesiar, demikian juga Italia akan mengevakuasi 35 warganya.

Baca Juga:  Terkait Paskibra, Pj Gubernur Aceh Minta Semua Pihak Hargai Kekhususan Aceh

Editor  : M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe