Turki Kembali Berlakukan Jam Malam

ANKARA – ACEHHERALD.com Pemerintah Turki kembali memberlakukan jam malam untuk menghentikan laju penyebaran covid-19 di negara itu. Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan akan menerapkan kembali jam malam selama 48 jam di 31 provinsi yang akan dimulai tengah malam, Jumat (17/4/2020) hingga Ahad (19/4/2020). Selain Pemerintah Turki, Jam malam juga pernah diberlakukan Pemerintah Aceh akhir Maret 2020 … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

ANKARA – ACEHHERALD.com

Pemerintah Turki kembali memberlakukan jam malam untuk menghentikan laju penyebaran covid-19 di negara itu. Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan akan menerapkan kembali jam  malam selama 48 jam di 31 provinsi yang akan dimulai tengah malam, Jumat (17/4/2020) hingga Ahad (19/4/2020).

Selain Pemerintah Turki, Jam malam juga pernah diberlakukan Pemerintah Aceh  akhir Maret 2020 lalu. Forum koordinasi Pemerintah daerah (Forkopimda) Aceh yang antara ditanda tangani Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Ketua DPR Aceh, H Dahlan Djamaluddin menetapkan Jam Malam berlaku sejak 29 Maret. Sejak ditetapkan hanya berlaku selama lima. Dan setelah dievaluasi pemberlakuan Jam Malam tersebut dicabut kembali.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Turki, penerapan jam malam itu merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam membendung penyebaran virus corona tipe baru penyebab Covid-19 di Negara Dua Benua tersebut.

“Jam malam diberlakukan di ibu kota Ankara, Adana, Antalya, Aydin, Balikesir, Bursa, Denizli, Diyarbakir, Erzurum, Eskisehir, Gaziantep, Hatay, Istanbul, Izmir, Kahramanmaras, Kayseri, Kocaeli, Konya, Malatya, Manisa, Mardin, Mersin, Mugla, Ordu, Sakarya, Samsun, Sanliurfa, Tekirdag, Trabzon, Van dan Zonguldak,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan dikutip Anadolu Agency, Sabtu (18/4/2020).

Surat resmi ini juga sudah disampaikan kepada gubernur-gubernur setempat. Menurut surat itu, toko makanan, rumah sakit, apotek, dan tempat kerja yang memproduksi produk kesehatan dan pasokan medis akan terus beroperasi.

Langkah ini merupakan bentuk pencegahan perdana yang diambil pemerintah Recep Tayyip Erdogan di 31 provinsi di seluruh negeri pada 11-12 April lalu, kemudian diterapkan kembali. Pada Jumat, Turki mengkonfirmasi kematian baru sebanyak 126 orang, sehingga jumlah kematian total menjadi 1.769 orang. Turki telah melakukan 40.270 tes selama satu hari terakhir, dengan jumlah total tes mencapai 558.413.

Baca Juga:  Warga Weulhok Montasik, Disinfeksi Gampong

“Dengan meningkatnya jumlah tes, jumlah kasus terus meningkat, namun kecepatan kasus turun. Tidak akan mengejutkan untuk memiliki perataan dalam beberapa hari mendatang,” ujar Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca.

Dia mengatakan, pihaknya kini merawat 1.845 pasien di unit perawatan intensif. Tingkat orang yang dalam perawatan intensif hampir 60 persen dan tingkat perawatan biasa hampir 50 persen. Dia pun menyebut situasi ini kesuksesan Turki.

Sebelum diberlakukannya jam malam, 35 persen kasus di Turki adalah di antara orang-orang yang berusia 65 tahun atau lebih, sementara persentase ini turun menjadi 18 persen setelah jam malam. “Warga seharusnya tidak menyerah untuk menghindari fluktuasi baru dan mereka harus memiliki sedikit kesabaran,” kata Koca.

Virus corona baru telah menyebar ke 212 negara dan wilayah sejak muncul di Cina Desember lalu. Hingga kini, Amerika Serikat (AS) dan Eropa tercatat sebagai wilayah yang paling parah terkena dampak pandemin ini.

Data yang dikumpulkan  oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS menyebutkan secara global, hingga saat ini tercatat lebih dari 2,21 juta kasus infeksi positif corona, sedangkan lebih dari 151 ribu dilaporkan meninggal dunia. Lebih dari 565.800 orang kini telah pulih dari virus mematikan tersebut.

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                               sumber : republika.co.id

Berita Terkini

Haba Nanggroe