
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
TAKENGON | ACEH HERALD
BADAN Kehormatan DPRK Aceh Tengah yang diketuai oleh Syamsudin S.Ag angkat bicara terkait adanya dugaan pemukulan oleh salah seorang oknum anggota dewan Aceh Tengah terhadap salah seorang pendemo, di tengah aksi protes warga terhadap ruas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, di gedung DPRK Aceh Tengah, jelang siang tadi.
Ditemui usai acara pertemuan antara para pendemo dengan segenap anggota DPRK Aceh Tengah dan juga pihak eksekutif yang pada kesempatan tersebut dihadiri oleh Plt Sekda Aceh Tengah, Arslan Abdul Wahab, Selasa, (24/11/20), kepada Aceh Herald Syamsudin mengakui, sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara resmi terkait hal tersebut.
Namun, kata Syamsudin, jika hal itu benar terjadi, ia selaku pimpinan BK harus mendapat laporan resmi terkait hal ini. “Kita belum mendapat informasi resmi terkait hal ini (peristiwa pemukulan oleh anggota dewan terhadap pendemo), kalaupun benar terjadi, kita harus dapat laporan resmi, untuk ditelusuri apakah ada pelanggaran kode etik di sana,” ujar Syamsudin.
Lebih lanjut Syamsudin menjelaskan, bahwa pada perinsipnya BK DPRK hanya dapat menindak lanjuti permasalahan anggota dewan yang sifatnya hanya berkaitan dengan pelanggaran kode etik dewan. “Jika terlepas dari pelanggaran kode etik dewan, itu bukan ranah BK lagi,” pungkas anggota dewan dari Partai PDIP ini.
Sementara itu, ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega, ketika dikonfirmasi terkait masalah dugaan prilaku premanisme oleh salah satu oknum Anggota DPRK mengatakan, belum mengetahui prihal tersebut. “Saya tidak tahu masalah itu, saya baru datang, karena tadi ada musibah,” ujar Mega singkat.(*)
PENULIS : ROBBY



















