
MEUREUDU/ACEHHERALD- Menyusul berakhir hari tasrik selama tiga hari (11, 12 dan 13 Zulhijjah) atau, Sabtu-Minggu dan Senin), maka mulai hari Selasa (4/8/2020) besok, masyarakat Pidie Jaya, kembali beraktifitas sebagaimana biasa. Kalau nelayan terutama yang menggunakan bot berukuran besar, karena lokasi pencarian ikan hingga ke laut lepas, maka Senin (3/8/2020) malam ini berangkat melaut.
Sementara petani sawah dan petani kebun, tukang bangunan dan beragam jenis pekerjaan berat lainnya, mereka kemabli akan memulai menggeluti bekerja seperti biasa pada, Selasa (4/8/2020) besok. Pantang melaksanakan pekerjaan pada hari tasrik (tiga hari setelah 10 Zulhijjah), memang sudah menjadi tradisi turun-temurun dan hingga sekarang masih terjaga dengan baik tanpa ada yang membangkang.
Seperti halnya para nelayan, selama hari tasrik, mereka menambatkan botnya di sungai atau tempat pendaratan ikan. Pada hari raya kedua atau ketiga (12-13 Zulhijjah), mereka bersiap-siap terutama peralatan yang bakal digunakan untuk melaut. Karenanya, tidak mengherankan bila dalam dua hari tersebut, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki pukat atau jaring yang koyak.
Panglima Laot Pidie Jaya, Abdul Hamid Husen yang dikonfirmasi, Acehherald.com membenarkan, mulai hari ini (Senin —-petang), nelayan di wilayahnya kembali melaut, setelah tiga melewati hari tasrik. Diakui, ada juga beberapa bot yang kembali beraktifitas ke laut lepas pada, Minggu (2/8/2020) malam. Bisa jadi mungkin mereka menghitung hari tasrik tiga hari mulai Jumat. Padahal, yang benar, hitungannya mulai Sabtu (11, 12 dan 13 Zulhijjah), Sudah lah itu dianggap kelupaan, terang Abu Hamid.
Penulis : Abdullah Gani




















