SINAR baskara pagi itu mulai merona, mengintip dari balik Bukit Origon. Meski cahayanya tak nanar, sapuannya memancarkan warna jingga yang mulai memayungi Kota Takengon.
Dingin 16 derajat celsius di pagi itu, masih menyelimuti kawasan Gampong Bale Bujang dan puncak Bur Telege; menusuk ubun-ubun tulang rusuk. Keindahannya memancarkan decak kagum dan memesona.
Dari ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Bur Telege (gunung penampungan air atau sumur-red) terlihat hulu Sungai Peusangan di bibir Danau Lut Tawar Takengon. Para nelayan dengan perahunya tampak mulai menyusuri punggung danau mengais rezeki mencari ikan.
Seolah saling berlomba, perahu-perahu itu tampak begitu kecil dari atas bukit, berpacu demi waktu. Ada yang memacu kendaraan airnya dengan mesin, ada juga yang mendayung. Semangat pagi para nelayan menjemput hari, memeriksa jala yang dilepas sore hari kemarin, berharap tersangkut ikan. Aktivitas pagi inilah, terlihat indah dari ketinggian.
Sisi lain, lampu-lampu menyisakan terangnya yang mulai redup dari rumah-rumah dan bangunan di Kota Takengon, perlahan mulai redup dan cahaya terang digantikan sinar mentari pertanda memulai hari di Kota Dingin Takengon.
Decak kagum terlontar dari bibir mungil Juah, warga asal Medan, Sumatera Utara yang sedang berlibur ke Takengon, bersama keluarganya. Ia mengaku danau di tempat ini sama saja dengan Danau Toba di daerah mereka, hanya saja pemandangan yang tersaji di Bur Telege tempat mereka menginap berbeda keindahannya.
“Sama-sama cantik dan mempesona. Cuman di sini dingin dan dapat melihat kotanya dari atas bukit ini. Sukalah dengan pemandangannya,” aku Juah, anak bungsu dari dua abang-abangnya.
Juah mengaku munculnya ide berlibur ke Bur Telege di Kota Takengon itu, setelah keluarganya melihat di medsos dari akun seseorang. Jadilah mereka pun sekeluarga datang ke tempat wisata ini yang jaraknya tak begitu jauh dari Medan.
Tak hanya Juah sekeluarga. Beberapa pengunjung lainnya pun mengaku sama. Bur Telege yang terletak di ketinggian sudut Kota Takengon, ini menjadi salah satu tempat wisata paling viral di Tanah Gayo Aceh Tengah.
Berada di Bur Telege, mata menyapu pandang ke tepian danau di sebelah Mendale, Kebayakan dengan bebayang persawahan dan pantulan cahaya pagi di perairan tenang Danau Lut Tawar.
Setiap sudut pandangan yang diarahkan dari atas Bur Telege, begitu indah dan mempesona. Seperti sapuan mata ke arah kiri, tampak seluruh wajah Kota Takengon, dengan susunan jalan yang saling bersambung dan bangunan bangunan yang mulai menjulang tinggi.
Di sisi kanan, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Bur Birah Panyang yang berdiri gagah kehijauan diselingi batu-batu yang menyembul dari rimbunnya ilalang diselingi pohon-pohon pinus.
Bur Telege dengan Sejuta Mimpi
Bur Telege begitu viral, menyuguhkan pesona keindahannya. Wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Tanah Gayo selalu menyempatkan diri singgah ke sana. Termasuk influenser untuk sebuah konten keindahan.
Selain letaknya mudah dijangkau dengan akses dan fasilitas pendukung yang memadai, destinasi alam dari ketinggian, ini berada di pusat kota, juga di tempat itu terdapat tempat swafoto yang menarik, dengan latar hutan pinus, danau bak permadani, gunung berdiri kokoh mengelilingi kota, dan wajah kota yang semakin rupawan.
Saat ini terdapat sejumlah fasilitas wisata tambahan, seperti kedai kopi, juga ada penginapan yang artistik, panggung kesenian, jalan setapak, fliying fox, kedai souvenir dan lain-lain.
Untuk diketahui areal lokasi wisata di atas bukit di kota dingin ini seluruhnya 208 hektar lebih. Digarap sebagai kawasan wisata sejak September 2018.
Ada lagi permadani “terbang” yang keempat sisinya dikatakan di empat pohon pinus. Letak permadani itu paling atas, saat difoto memberi efek seakan sedang terbang.
Banyak sekali fasilitas berfoto di Bur Telege. Semuanya menawarkan keunikan dan pemandangan alam mengagumkan.
Malam hari pun di lokasi tersebut menawarkan pesonanya Kota Takengon dengan lampu-lampu dari rumah dan bangunan, seolah wajah lainnya yang tersaji untuk memanjakan mata pelancong.
Jadi tak salah, kalau Bur Telege viral. Ternyata terang dan malam hari, kedua waktu itu, Bur Telege begitu mempesona menjemput sejuta mimpi dari Dream Hill Villa. “Tak percaya, silakan buktikan sendiri,” tantang Iwan Wahyudi, direktur Calandra, operator lokal yang memayungi manajemen Dream Hill Villa, kepada penulis, Sabtu 13 Juli 2024.



















