
MEUREUDU | ACEH HERALD
KEBIASAAN membuang sampah sembarangan di seputaran Meureudu mulai mendapat dari warga yang menjadi lokasi buangan sampah liar tersebut. Bahkan dalam dua pekan terakhir, nada protes itu dibuat dalam bentuk plang larangan yang unik.
Ya Allah cabutlah nyawa orang yang membuang sampah di sepanjang jalan ini.. Amin.. Begitulah bunyi kalimat yang terpampang di plang imbaun dimaksud. Papan plang itu sudah sekitar dua pekan ditancapkan di lokasi tumpukan sampah. Setidaknya ada empat lokasi yang dipancang papan larangan dengan bunyi yang sama.
Jelas ini adalah bentuk protes dari pihak pihak yang tak rela kawasannya jadi lokasi buangan sampah, serta tak sanggup lagi mencium aroma busuk dari sampah milik warga yang mau enak sendiri itu. Tidak diketahui siapa yang memasang papan imabaun seperti itu. Beberapa warga yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi tersebut yang ditanya terpisah mengaku, tak tahu siapa yang memasang papan dimaksud. “Saya tak tahu siapa yang pasang papan ini,” kata seorang warga.
Papan plang itu dipasang antara lain di Jalan Nasional tak jauh dari jembatan Krueng Beuracan Kecamatan Meureudu. Lokasi lain adalah di lintasan jalan nasional kawasan Nangroue Barat Kecamatan Ulim. Lintas jalan provinsi yang menghubungkan kecamatan Trienggadeng dengan Meureudu. Atau tepatnya di Gampong Mbeu.
Spontan, imbauan unik itu memancing warga untuk membacanya. Ada yang menanggapi dengan senyum, ada yang juga tampak kecut, mungkin merasa tersindir dengan imbauan yang tak biasa itu.
Kadis Lingkungan Hidup (LH) Pidie Jaya, Rusli MPd menjawab Acehherald.com, mengakui adanya papan plang bertuliskan kalimat seperti itu di beberapa lokasi.
Menurut Rusli, bunyi kalimat seperti itu rasanya tidak apa-apa. Sebagai bentuk protes atas ulah warga yang tidak bertanggungjawab dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dinas yang dipimpinnya, lanjut Rusli, sudah menempatkan sejumlah tong sampah (kontainer). Tapi masih ada sebagian masyarakat yang tetap saja membuang sampah sembarangan. “Saya rasa itu tidak masalah,” imbuh Kadis LH.(*)
PENULIS : ABDULLAH GANI



















