Rute ke Bener Meriah Masih Sulit

Rute ke Bener Meriah Masih Sulit

 

BENER MERIAH|ACEHHERALD.Com-Pengguna kendaraan dari Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara ke Kabupaten Bener Meriah mulai ramai. Sepanjang jalan pada hari Minggu (25/1/2026) sudah terlihat mobil box yang menjual aneka minuman kopi dengan ciri khas masing-masing. Meskipun sudah ramai, tetapi rute untuk sampai ke sana tidak mudah. Sepeda motor metix mesti lancar tetapi kelihatan kapayahan menembus jalan terjal, berbatu dan kerikil yang menghiasi badan jalan.

Bekas longsor, batu besar dari kiri dan kanan jalan menghiasi pemukiman warga. Badan jalan berubah menjadi aliran sungai. Hantaman banjir bandang sangat berat terlihat dibeberapa tempat. Jalan longsor dan putus di beberapa titik di lintas Gunung Salak sudah diperbaiki, mobil, sepeda motor dan pejalan kaki bisa melewati sarana publik tersebut.

Pemandangan menarik di kanan di kiri jalan masih terlihat asri di beberapa tempat. Namun, naluri kemanusiaan mulia menggelitik saat memasuki kecamatan Permata. Rumah dan tempat ibadah sudah tertimbun lumpur. Kemudian diatas batu dan pasir sudah ada tenda warna orange yang bertulisan BNPB.

Apakah suasana sepi, jawabannya tidak. Aktivitas warga seperti biasa. Anak-anak bermain sambil menikmati jernihnya air sisa banjir sekitar 90 hari lalu. Kemudian di atas badan jalan air dari pegunungan yang jernih melewati badan jalan sehingga sudah mirip air terjun.

Pantauan media ini mayoritas bangunan yang ada di sepanjang jalan Permatan sampai ke Buntul sudah tertimbun lumpur. Bangunan rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. Keprihatinan sangat terlihat di tempat itu sehingga harus segera ditangani. “Sedih kita lihat kondisi saat ini,” ujar seorang warga Lhoksumawe Qismullah.

Beberapa jembatan yang putus sudah dibangun oleh TNI. Sarana itulah yang digunakan warga untuk ke Kabupaten Aceh Utara atau sebaliknya yang mau melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah dan Takengon. Perjalanan hanya sampai ke Kecamatan Buntul. Warga harus ambil jalur masuk ke Pondo Baru untuk sampai ke ibukota kabupaten Bener Meriah. Kemudian bagi warga yang ingin ke Lampahan dan tembus ke Kabupaten Bireuen harus menggunakan jalur alternatif karena masih ada longsor badan yang longsor.

Baca Juga:  Mahdi Efendi Minta Tugu Bundaran Samatiga Difungsikan, Hindari Kecelakaan Lalulintas

Rombongan pengguna sepeda motor matix dari Lhokseumawe butuh waktu sekitar enam jam hingga tiba di Gampong Meuriah Jaya, Kabupaten Bener Meriah. Kecepatan lari sepeda motor 40 kilometer perjam. Berangkat sekitar pukul 07.30 WIB dari Lhokseumawe dan tiba di Lampahan, Kabupaten Bener Meriah sekitar pukul 13.30 WIB.  “Sangat melelahkan,” ujar Roslina.