Romantika Cabor Paralayang, Venue Porak Poranda dan Atlet Terkepung Badai di Udara

Menurut Ketua Panpel Paralayang, Muhibuddin Ibrahim atau lazim disapa Ucok Sibreh, Cabor Paralayang mempertandingkan 12 nomor. Saat ini sebanyak 10 nomor telah dituntaskan, walau sempat terhalang hujan dan badai.
Ucok Sibreh (baju biru) Bersama Panwasrah Pusat di lokasi Cabor Paralayang. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

CUACA Aceh Besar dan sekitarnya, dalam empat hari terakhir dilanda ketidakpastian, akibat guyuran hujan dan badai yang berlangsung secara sporadis. Kondisi cuaca tak bersahabat itu secara langsung berpengaruh kepada Cabang Olahrag (Cabor) udara seperti paralayang, yang berlangsung di Gampong Lamtanjong Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

Cabor Paralayang dengan titik start di Gunong Tgk Diweung Gampong Lambirah Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, dibuka oleh Pj Bupati Aceh Besar tanggal (08/09/2024) lalu. Terhitung sejak tanggal 11 September, kondisi cuaca yang buruk membuat pelaksanaan Cabor itu tertunda-tunda.

Menurut Ketua Panpel Paralayang, Muhibuddin Ibrahim atau lazim disapa Ucok Sibreh, Cabor Paralayang mempertandingkan 12 nomor. Saat ini sebanyak 10 nomor telah dituntaskan, walau sempat terhalang hujan dan badai. Bahkan ada yang penerbang telah take-off dari titik lepas landas berketinggian 608 MDPL (meter dari permukaan laut) di Gunong Tgk Diweung, sebanyak 40 orang dari 11 Propinsi di kelas Eksi, terjadi badai di udara. Para penerbang kala itu sedang berada 600 meter DPL, hingga mereka akhirnya semua gagal mendarat di titik yang ditentukan. Para penerbang parasut layar itu bertaburan di sekitar lokasi, baik di perkebunan hingga persawahan penduduk.

Menurut Ucok, insiden tersebut tidak berbuah cedera fatal bagi atlet, karena mereka langsung ditangani tim medis. Hal itu disebabkan para penerbang tersebut memiliki GPS yang tersambung langsung dengan petugas medis dan supporting, hingga langsung diketahui titik pendaratan mereka.

Lokasi ketepatan mendarat Cabor Paralayang PON XXI di Lamtanjong.

Pada bagian lain Ucok menambahkan, sedikitnya tiga kali lokasi venue paralayang itu diterjang badai, akibatnya puluhan tenda di lokasi pendaratan porak poranda. “Terakhir, pukul 13.30 WIB tadi, badai kembali menerjang. Semua panitia dan vendor kembali mendirikan tenda yang roboh, pekerjaan itu berlanjut malam ini, setelah sempat istirahat sejenak sebelum magrib,”kata Ucok.

Baca Juga:  Jual Beli Fasilitas LP, KPK Tahan Mantan Kalapas Sukamiskin

Sebelumnya telah dua kali lokasi itu dihantam badai, hingga juga merobohkan booth tenda serta fasilitas lain di lokasi pendaratan. Sementara di titik take off tak ada tenda, karena lokasinya meman terbatas.

Pelaksanaan lomba itu sendiri dimulai sejak pukul 07 WIB sampai pukul 11.00 pagi, namun jika cuaca memungkinkan dilakukan hingga petang hari. Dari 12 nomor yang diperlombakan, sebanyak 10 nomor telah tuntas. Namun karena faktor cuaca, setiap nomor hanya dilaksanakan satu sorti (seri) dari biasanya tiga sorti setiap nomor. Kebijakan itu karena panitia berlomba dengan cuaca buruk, sementara di sisi lain keselamatan para penerbang harus diutamakan (safety first).

Seperti hari ini, panitia meniadakan semua lomba, dan sebagian besar para atlet menghabiskan masa libur tanding itu dengan menikmati kuliner khas Aceh Rayeuk di sekitar Sibreh. Pertandingan Paralayang itu sendiri akan berlangsung hingga tanggal 19 September mendatang atau satu hari sebelum pnutupan. Berbeda dengan Cabor lain, khusus Paralayang, pengumuman penerima medali akan diumumkan pada saat akhir acara. Hanya waktu yang mampu menjawab,apakah peserta dari 11 propinsi itu bisa melanjutkan pertandingan besok? Semoga cuaca kembali bersahabat, dan panitia pun tak perlu mendirikan kembali tenda dan booth hingga tengah malam.

 

Kata Kunci (Tags):
pon xxi, paralayang, ucok sibreh, gampong lamtanjong, aceh besar

Berita Terkini

Haba Nanggroe