Praktisi Perbankan Nilai Pemberhentian Empat Direksi Bisa Berisiko Bagi BAS

Berharap Pengisian Posisi Direksi Secepatnya BANDA ACEH I ACEHHERAD.com – Praktisi perbankan menilai, pemberhentian empat direksi Bank Aceh Syariah (BAS) bisa berisiko bagi operasional bank, karena berkemungkinan terjadinya stagnasi pelayanan, akibat menumpuknya penugasan pada figur Direktur Utama (Dirut). Karena dalam sebuah operasional perbankan, pendistribusian kewenangan telah jelas, termasuk dalam hal eksekusi akhir flatform pebiayaan. Hal … Read more

Aminullah Usman

Iklan Baris

Lensa Warga

Berharap Pengisian Posisi Direksi Secepatnya

BANDA ACEH I ACEHHERAD.com – Praktisi perbankan menilai, pemberhentian empat direksi Bank Aceh Syariah (BAS) bisa berisiko bagi operasional bank, karena berkemungkinan terjadinya stagnasi pelayanan, akibat menumpuknya penugasan pada figur Direktur Utama (Dirut). Karena dalam sebuah operasional perbankan, pendistribusian kewenangan telah jelas, termasuk dalam hal eksekusi akhir flatform pebiayaan.

Hal itu diungkapkan oleh H Aminullah Usman SE,Ak MM, mantan Dirut Bank Aceh sekaligus Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, Sabtu (08/04/2023) malam, ketika dimintai tanggapannya oleh awak media, terkait pemberhentian empat direksi sekaligus dua komisaris BAS, melalui SK dari Pj Gubernur Aceh selaku pemegang saham pengendali (PSP).

Dikatakan, pemberhentian itu justru terjadi ketika kinerja operasional BAS dalam trend sangat positif. Misalnya total asset yang kini telah mencapai 28,767 triliun atau meningkat sekitar Rp 600 miliar dibanding tahun 2021, dana pihak ketiga yang mencapai Rp 22,97 triliun, pembiyaan mencapai 17,334 triliun, capital adequasi ratio (CAR) yang menohok angka 23,52 persen dibanding angka batas yang hanya 8 persen. Selain itu rasio kredit macet juga terus menurun hingga 0,96 persen dibanding rasio toleransi yang hingga angka 5 persen dan modal inti yang kini mencapai kisaran Rp 3,2 triliun. Selain itu return on asset (RoA) juga telah melesat hingga angka 2,0. “Ini bukti trend positif yang tak bisa dinafikan atau dibantah. Jika dalam kondisi begini dilakukan ‘recall’ terhadap jajaran direksi, tentu ini berisiko bagi sebuah bank. Dan ini juga tak lepas dari pengelolaan risk management sebuah bank,” kata Aminullah yang mantan Walikota Banda Aceh itu.

Karena itulah Aminullah mewarning, pergantian itu jika tidak disikapi dengan cara yang taktis dan terukur akan bisa berdampak pada risiko reputasi, misalnya menurunnya trust kepada corporate. “Sebaiknya pemilik Bank Aceh–baik itu level PSP maupun pemegang saham dari bupati/walikota– segera melakukan langkah konsolidatif eksternal, termasuk dengan OJK, untuk mengisi secepatnya posisi direksi, dengan figur figur yang punya jam terbang mumpuni dalam operasional perbankan syariah, hingga operasional BAS benar benar pulih dengan pola manajemen yang on the track,” tandas Aminullah.

Baca Juga:  Walikota Tutup Kejuaraan Bulutangkis Antarwartawan, Saifullah/Iwan P Kampiun
Ilustrasi

Di bagian lain, Aminullah mengakui, jika saat ia menjadi Dirut Bank Aceh di awal periode pertama, ia sempat menjadi single fighter di top manajemen. Namun ia megingatkan, saat itu Bank Aceh hanya punya aset Rp 600 miliar, sementara saat ini Bank Aceh memiliki total asset Rp 28,7 triliun serta karyawan yang mencapai 3000 an orang. “Satu yang perlu diingat, BAS saat ini sedang berjibaku menjadi tuan rumah di Aceh, di antara serbuan bank level nasional yang makin ekspansiv. Inilah yang menuntut Bank Aceh punya manajemen yang solid serta komplit tentunya,” demikian Aminullah.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSP BAS memberhentikan dengan hormat empat direksi, sejenak ditetapkannya Muhammad Syah sebagai Dirut Bank Aceh. Keempatnya adalah Direktur Operasional Lazuardi, Direktur Dana dan Jasa Amal Hasan, Direktur Kepatuhan Yusmal Diansyah, serta Direktur Bisnis Bob Rinaldi.

Selain itu juga diberhentikan dengan hormat, Taqwallah dari Komisaris Utama (Komut) dan Muslim A Jalil Komisaris Independen. Dua komisaris yang tersisa adalah Mirza Tabrani yang dipercaya juga sebagai Plt Dirkep, dan Abdussamad didapuk menjadi Plt Komut.

Berita Terkini

Haba Nanggroe