Pidie Jaya Gelar Training Baca Kitab Bagi Guru Dayah

MEUREUDU I ACEHHERALD.com – PULUHAN guru dayah dari sejumlah kabupaten di Aceh, selama sepekan berkumpul di Pidie Jaya. Kehadiran mereka adalah atas undangan Pengurus Majelis Taqlim Tastafi (tasauf, tauhid dan fiqih) untuk mengikuti training baca kitab Al-Miftah Lil Ulum. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung, Rabu (16/9/2020) hari ini, digelar di Aula Dealer Maar Motor Simpangtiga Kecamatan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Foto acehherald.com. ABDULLAH GANI

MEUREUDU I ACEHHERALD.com –

PULUHAN guru dayah dari sejumlah kabupaten di Aceh, selama sepekan berkumpul di Pidie Jaya. Kehadiran mereka adalah atas undangan Pengurus Majelis Taqlim Tastafi (tasauf, tauhid dan fiqih) untuk mengikuti training baca kitab Al-Miftah Lil Ulum.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung, Rabu (16/9/2020) hari ini, digelar di Aula Dealer Maar Motor Simpangtiga Kecamatan Meureudu, dan sudah berlangsung empat hari. Dijadwalkan, Sabtu (19/9/2020) mendatang akan berakhir.

Tgk Ikhwani Daud Syah MA, panitia pelaksana, kepada ACEHHERALD.COM, Rabu (16/9/2020) menyebutkan, pelatihan Metodologi dan praktek kitab kuning bagi pengajar pada lembaga pendidikan agama khususnya dayah atau balai pengajian (BP) tersebut diikuti 41 orang peserta. Training semacam itu, kata Tgk Ikhwani dinilai sangat penting, karena dengan memahami secara mendalam pembelajaran dimaksud, akan memudahkan bagi pengajar dalam menularkan ilmunya kepada para santri. “Cara atau teknis penyampaian yang mudah dimengerti santri juga penting,” sebut Tgk Ikhwani.

Pemateri pada training yang dijdwalkan berlangsung secara rutin tahunan itu didatangkan dari salah satu pondok pesantren (Ponpes) atau dayah di Sidogiri-Jawa Timur. Yaitu Kiai Ahmad Salahuddin Rifai, yang dinilai sudah begitu mahir dalam pembelajaran baca kitab. Pelatihan juga disertai dengan metodologi dan praktek  kitab kuning.

Rincian ke 41 orang peserta yaitu, Kabupaten Bireuen 24 orang, Aceh Besar 4 orang, Pidie 2 orang serta Pidie Jaya 11 orang. Bendahara Tastafi, Tgk H Sibral Malasyi MA yang juga Direktur PT Maar Motor atau lebih akrab disapa Toke Syhi, dalam sambutannya menyebutkan, gagasan training sudah lama direncanakan. Tapi karena satu dan lain hal sehingga baru kali ini terlaksana.

Semula direncanakan, pesertanya mencapai 100 orang. Namun karena pertimbangan negeri ini sedang covid-19, sehingga jumlahnya pun terpaksa harus dibatasi. “Kami batasi peserta karena covid-19,” kata H Sibral Malasyi.

Baca Juga:  Kampanyekan Sadar Masker , SLB Negeri Pijay Sambangi Warkop

Ditambahkan, pelatihan baca kitab al-Miftah Lil Ulum untuk guru pengajian yang digagas pihaknya, bukan hanya kali ini, tapi diupayakan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. Karena methode atau cara dalam penyajian juga sangat menentukan cepat atau lambannya si santri itu sendiri dalam menyerap pendidikan khusus ilmu agama. Seorang guru dayah, tidak hanya harus mampu menguasai materi semata, tapi juga teknis penyampaian, sehingga santri lebih cepat memahami, papar  Sibral.

Wartawan  : Abdullah Gani (Pidie Jaya)

Berita Terkini

Haba Nanggroe