BANDA ACEH | ACEHHERALD.com – Kepala Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan melaporkan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Aceh terus berjalan sesuai target nasional.
Hingga Agustus 2025, pihaknya telah merealisasi penyaluran tercatat sudah mencapai sekitar 7.000 ton. “Untuk penugasan dari pusat periode Juli–Desember sebesar 27.400 ton, sementara dari Januari sampai Agustus sudah tersalur 7.000 ton. Penyaluran ini terus berlanjut sampai Desember,” katanya, Sabtu (29/8/2025).
Ihsan melanjutkan, Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kantong beras SPHP, dengan tujuan menjaga ketersediaan di pasar.
Mekanisme ini sekaligus menjadi upaya menekan inflasi, terutama di pasar-pasar yang menjadi titik pantauan Badan Pusat Statistik (BPS).
Harga beras di pasaran kini mulai stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per kilogram. Pengawasan juga diperketat agar tidak terjadi pengoplosan. “Kita jamin di Aceh tidak ada pengoplosan beras SPHP. Setiap kantong yang dijual langsung digunting agar tidak bisa dipakai ulang,” tegasnya.
Ditambahkan, sejauh ini kondisi pasokan dipastikan aman, karena Aceh memasuki musim panen gadu sejak akhir Agustus hingga Oktober. Harga beras pun mulai menurun di sejumlah pasar.
Jika inflasi benar-benar terkendali, penyaluran beras SPHP ke tingkat kecamatan akan dihentikan dan difokuskan di pasar-pasar yang menjadi titik pantauan BPS. “Kalau harga sudah stabil, kita stop penyaluran di kecamatan. Distribusi cukup di pasar pantauan BPS,” jelasnya.



















