
JAKARTA | ACEH HERALD – Asrama haji di seluruh provinsi, termasuk di Banda Aceh disiapkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai alternatif tempat isolasi terpusat bagi pasien covid-19. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran dan penanggulangan covid-19.
Namun, untuk Asrama Haji Aceh hingga saat ini masih digunakan isolasi pasien Covid-19, karena jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang perlu mendapat isolasi mandiri, masih tersedia di tempat lainnya, rumah sakit atau hotel dan rumah pribadi.
Kemenag telah menyetujui penggunaan asrama haji sebagai pilihan karantina sejak 1 April 2020 lalu. Sudah ribuan pasien menjalani proses karantina di asrama haji.
“Untuk saat ini tercatat ada 677 pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi di beberapa asrama haji di Indonesia,” ujar pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman dalam keterangan, Jakarta, Jumat (22/1/2021).
Bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, yakni orang tanpa gejala atau OTG. Ia berharap langkah ini bisa membantu pemerintah dalam penanggulangan penyebaran covid-19.
Asrama haji yang saat ini sedang melayani pasien OTG ialah Asrama Haji Pondok Gede, Surabaya, Padang, Yogyakarta, Manado Sulawesi Utara, Semarang, Palu, dan Balikpapan. Total ada 1.245 kamar yang tersedia untuk seluruh asrama haji. Asrama Haji Aceh yang terletak di Jln Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, hingga saat belum digunakan.
Selain menjadi tempat isolasi, khusus Asrama Haji Pondok Gede dijadikan rumah sakit darurat covid-19. “Saat ini sedang disiapkan bersama Pemprov Jawa Barat untuk dijadikan rumah sakit darurat sementara dalam penangan pasien covid-19,” tutupnya.