BANDA ACEH | ACEHHERALD.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadi duta literasi keuangan dan motor penggerak pengembangan pasar modal syariah di Indonesia.
Ajakan ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam kegiatan OJK Mengajar bertema “Mewujudkan Generasi Cerdas Berinvestasi melalui Pasar Modal Syariah” di Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (3/10).
Menurut Inarno, mahasiswa sebagai penerus bangsa perlu membekali diri dengan literasi keuangan yang kuat serta kemampuan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Kami mengajak generasi muda Aceh untuk menjadi Duta Literasi Keuangan, khususnya yang berprinsip syariah. Peran aktif mahasiswa sangat penting tidak hanya bagi stabilitas ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat industri pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berinvestasi secara cerdas, bukan sekadar mengikuti tren atau terjebak Fear of Missing Out (FOMO). Generasi muda, kata Inarno, harus memahami instrumen yang digunakan, menyesuaikan investasi dengan profil risiko, serta memastikan dana yang dipakai bukan hasil pinjaman.
Prinsip 2L (Legal dan Logis) ditegaskan sebagai panduan utama agar terhindar dari penipuan berkedok investasi. “Berinvestasi di saham bukanlah judi. Pasar modal syariah sudah mendapatkan legitimasi dari Dewan Syariah Nasional MUI, dan setiap transaksinya melalui Syariah Online Trading System (SOTS) yang sesuai prinsip syariah,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang berharap program literasi keuangan OJK dapat memperkuat sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rektor USK, Marwan, juga menekankan pentingnya mahasiswa mengenal instrumen pasar modal sejak dini untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Acara yang diikuti 1.500 mahasiswa ini turut dirangkaikan dengan pencanangan Program 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Langsa Berinvestasi di Pasar Modal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang sehat, inklusif, serta membangun kesadaran bersama untuk berinvestasi secara aman dan sesuai prinsip syariah.