
Pensacola, Acehherald.com – Mengutip BBC, Minggu (8/12/2019) Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa ia tidak ingin menyebutkan peristiwa penembakan tersebut merupakan tindakan teroris.
Pernyataan tersebut ia keluarkan dalam sebuah forum pertahanan nasional di gedung Reagan, Kalifornia. “Kita harus menunggu para penyidik menyelesaikan pekerjaan mereka,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan akan mengkaji ulang program pelatihan bersama tersebut. Diketahui, sekitar 850 personil militer Arab Saudi sedang menjalani pendidikan dan pelatihan di pangkalan militer Amerika.
Pensacola sebagai pusat pelatihan marinir AS telah lama melakukan pelatihan udara bagi militer asing. Para Pilot Kerajaan Arab Saudi diketahui telah melakukan pelatihan di sana sejak tahun 1995. Terkadang mereka melakukan latihan bersama dengan militer Itali, Singapora dan Jerman.
Kapten Kinsella mengatakan, sekitar 200 personil dari internasional sedang menjalani pendidikan di pangkalan militer tersebut. Merujuk dari laman website, pangkalan ini di isi hampir 16 ribu personil militer aktif dan lebih dari 7400 sipil.
Alshamrani, pelaku penembakan diketahui merupakan salah satu peserta pendidikan dengan pangkat Letnan Dua Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi.
Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan ‘partner’ AS di Timur Tengah. Donald Trump juga mengungkapkan, Raja Saudi telah menghubunginya sesaat setelah peristiwa penembakan terjadi. “Ia menyampaikan duka cita dan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga dan rekan korban penembakan. Mereka adalah pahlawan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Raja Salman mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Alshamrani tidak mewakili perasaan rakyat Saudi, rakyat yang mencintai Amerika”. Trump juga menyebutkan bahwa Raja Salman sangat terkejut akan terjadinya peristiwa tersebut. Mereka akan mencoba membantu para korban dengan sepenuh hati”.
Gobernur Florida Ron DeSantis dalam pernyataannya beberapa saat setelah penembakan mengatakan, “Mereka memiliki hutang disini. Hutang yang disebabkan orang-orang yang mereka kirim”.
“Tentu akan menjadi pertanyaan bagaimana orang tersebut dapat bergabung dalam mliter nereka dan kemudian dikirimkan kemari, berlatih di negeri kita”, ungkapnya. (BBC)
Editor: Salim





















