Mendesak Pembentukan SOTK Dinas Periwisata Abdya, Rekomendasi Pertemuan Kadin dan Pegiat Wisata

BLANGPIDIE I ACEH HERALD.com-Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bertemu dengan para pegiat atau praktisi pariwisata Abdya di Keude Kupi Lhueng Angen Blangpidie, Jumat (23/6/2023).
Mereka berbincang-bincang seputar pengembangan potensi dan objek wisata di wilayah sembilan kecamatan, sejak Babahrot sampai Lembah Sabil yang tidak lagi mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten setempat. Persoalan tersebut terjadi setelah dihapusnya Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang membidangi pariwisata sejak tahun 2017 lalu.
Pertemuan dalam acara ngopi bareng teersebut dibuka Ketua Kadin Abdya, Hasrul Hasan. Acara santai ini dihadiri para Pengurus Harian Kadin setempat, termasuk Azhar Abbas, salah satu kepala bidang (kabid) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, dimana bidang tersebut membawahi urusan pariwisata.
Dari kalangan pegiat dan pemerhati wisata di Kabupaten Abdya hadir sekitar 50 orang. Kadin Abdya juga menghadirkan Komunitas Wisata Tuan Tapa dari Aceh Selatan yang telah mengembangkan wisata di Kabupaten Aceh Selatan. Komunitas wisata dari kabupaten tetangga itu dihadirkan dalam pertemuan tersebut sebagai pembanding dan pengarah.
Dalam pertemuan tersebut mencuat persoalan sejumlah objek wisata di Abdya yang kondisinya cukup memprihatinkan akibat tidak lagi mendapat perhatian dari Pemkab setempat. Padahal potensi wisata di negeri berjuluk ‘Bumoe Breh Sigupai’ itu sangat menjanjikan jika dikembangkan karena bisa sebagai penggerak perekonomian rakyat.
Terlebih lagi, akhir akhir ini jumlah kunjungan warga luar ke Abdya semakin meningkat, termasuk kunjungan dinas dan personal. Jumlah tersebut diyakini terus meningkat secara signifikan jika ada objek wisata yang dikembangkan sebhingga menjadi daya tarik tersendiri.

Perkembangan pariwisata di Kabupaten Abdya diakui sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh. “Masalah memprihatinkan ini terjadi setelah SOTK yang mengurus pariwisata dihapus dalam struktur organisasi Pemkab Abdya sejak 6 tahun lalu,” kata Elizar Lizam SE Ak dari Kadin setempat.
Sebelumnya, ada SOTK Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudpora) Abdya, kemudian pada tahun 2017 lalu, bidang pariwisata dilebur dalam salah satu bidang pada Disdikbud setempat. Sehingga penanganan atau pengembangan sejumlah objek wisata menjadi kurang maksimal, itu pun kalau tidak mau disebut tidak sama sekali.
Merasa prihatin terhadap permasalahan tersebut, Kadin berinisiatif bertemu dengan para penggiat atau pemerhati pariwisata di Abdya. Dalam pertemuan tersebut, mereka memberikan masukan dan buah pikiran menyangkut pengembangan objek wisata daerah tersebut.
Dari bincang-bincang antara Kadin dengan para pegiat wisata di Abdya melahirkan rekomendasi. Pertama, mendesak Pemkab (eksekutif) dan DPRK legislatif) setempat agar membentuk kembali SOTK Dinas Pariwisata melalui pengesahan sebuah qanun sehingga potensi pariwisata mampu ditangani secara lebih serius.
Kedua, para penggiat wisata daerah itu tersebut sepakat membentuk sebuah Komunitas Wisata untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa wisata bisa menggerakkan perekonomian rakyat. Dan, jika Dinas Pariwisata bisa segera lehir, tentu bisa bersinergi dengan Komunitas Wisata yang akan dibentuk.(*)

Baca Juga:  Wujudkan Pilkada Kondusif, Pj Bupati Gelar Sinergi Bersama Forkopimda