
REDELONG | ACEH HERALD
KEBAKARAN hebat kembali terjadi di kawasan Bener Meriah, setelah kemarin api membumihanguskan 4 rumah warga Kampung Reronga, Kecamatan Gajah Putih. Tadi malam, teparnya malam meugang, sekira pukul 01.15 wib, kobaran api meluluh-lantakkan 11 unit ruko, di Dusun Pasar Kampung Simpang Teritit, Kecamatan Wih Pesam, Rabu, (12/05/21).
Melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Jufrizal, S.H, Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya S.I.K mengatakan, akibat dari kebakaran tersebut, 11 ruko di kawasan Simpang Teritit hangus terbakar. “Iya benar, kita sudah menerima laporannya, bahwa tadi malam atau dini hari, telah terjadi kebakaran yang menghanguskan 11 ruko dikawasan tersebut,” ujar Juprizal.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak Polres Bener Meriah, data pemilik ruko yang terimbas oleh musibah kebakaran tersebut adalah :
- Adam,(55) pekerjaan wiraswasta, warga Kampung Simpang Teritit
- Toni (40), pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Julkarnain (75), pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Jainal abidin (55), pekerjaan wiraswasta, warga Kampung Simpang Teritit
- Jumadi (58) pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Yusra (48), pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Pauji (37) pekerjaan wiraswasta, memiliki 2 (dua) unit ruko warga Kampung Simpang Teritit
- Sunarsih (60), pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Mak ani (60), pekerjaan petani, warga Kampung Simpang Teritit
- Salmah (65), pekerjaan pensiunan PNS, warga Kampung Simpang Teritit
Menurut Jufrizal yang mengutip kererangan salah satu korban, atas nama Yusra, musibah kebakaran tersebut diketahui setelah adanya teriakan tetangga akan adanya kebakaran. Mendengar teriakan tersebut, Yusra tersentak dari tidur dan segera melompat dari lantai dua ruko miliknya, untuk mendobrak pintu ruko milik tetangganya yang bernama Salma. Karena diketahui Yusra bahwa Salma sudah lama dalam keadaan sakit parah. “Mendengar teriakan tetangga tersebut, saya terbangun dan meloncat dari lantai 2 ruko saya untuk mencoba mendobrak pintu rumah ibu Salma, untuk saya selamatkan dikarenakan beliau dalam keadaan sakit,” ujar Yusra.
Menurut Yusra, ia sempat melihat api tampak sudah membesar dari arah belakang antara rumah milik Fauji dan gudang milik Fauji, kobaran api terus membesar, membuat ia dan warga lainnya sempat panik.
Baru sekita pukul 02:00 wib, tim pemadam kebakaran Bener Meriah beserta water Cannon milik Brimob Kompi 3 Batalion B Pelopor tiba di lokasi, sementara kondisi api saar itu sudah semakin membesar dan tidak terkendalikan.
Berdasarkan informasi, diketahui bahwa Fauji ternyara telah meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, sejak pukul 18.00 wib, Selasa sore, guna untuk mudik menuju kampung halaman.
Tidak ada korban jiwa akibat dari kejadian tersebut, namun api berhasil membakar 11 ruko yang berkontruksi kayu, hingga rata dengan tanah.
Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami yang tiba di lokasi kejadian, menyampaikan kepada para korban agar dapat menggunakan bekas bangunan puskesmas simpang teritit lama sebagai tempat pengungsian sementara.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 03.20 wib, dengan menggunakan 8 unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah serta diback up 1 unit Mobil water Cannon milik Brimob Kompi 3 Batalion B Pelopor. “Untuk saat ini, penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses pendidikan, semoga saja para korban kebakaran ini diberikan kesabaran oleh Allah SWT” pungkas Jufrizal.(*)
Penulis : Robby


















