Kuliner Street Food, Sajian Takjil Manjakan Konsumen Selama Ramadhan

Sudah menjadi kebiasaan. Selama bulan Ramadhan, banyak umkm di bidang kuliner juga entrepreneur yang menjajakan dagangan nya di kiri dan kanan tepi jalan Daud Beureueh, mulai dari bundaran Simpang Lima hingga ke kawasan Mesjid Oman Lampriet. Aneka makanan berat dan ringan serta minuman segar untuk berbuka puasa disajikan pedagang bak jamur di musim hujan yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sudah menjadi kebiasaan. Selama bulan Ramadhan, banyak umkm di bidang kuliner juga entrepreneur yang menjajakan dagangan nya di kiri dan kanan tepi jalan Daud Beureueh, mulai dari bundaran Simpang Lima hingga ke kawasan Mesjid Oman Lampriet.

Aneka makanan berat dan ringan serta minuman segar untuk berbuka puasa disajikan pedagang bak jamur di musim hujan yang bermunculan dengan harga terjangkau kocek masyarakat Kota Banda Aceh, tak terkecuali kantongnya mahasiswa.

Jadilah, saban sore setelah Salat Ashar atau tepatnya mulai pukul 16.00 Wib, pedagang kue basah, cemilan, takjil ramadhan, mulai menata meja atau pun steling yang siap melayani konsumen.

Banyaknya yang menyajikan kuliner ataupun lokasi khusus seperti di kawasan rujak garuda Muhammad Jam juga jalan samping lapangan smep Peunayong dengan beragam menu, tetap tidak membuat kuliner di sudut jalan (street food) lesu. Justru para pelaku usaha kuliner pinggir jalan bisa bertahan setiap tahunnya di tengah ramainya kompetitor yang menjajakan dagangan serupa.

Amatan awak redaksi ACEHHERALD, hari kedua pelaksanaan puasa Ramadhan 1444 Hijriah di kawasan Simpang Lima, sebahagian memang sudah setiap ramadhannya menggelar lapak di tempat yang sama.

“Ini menjaga agar pelanggan tidak kebingungan mencari. Apalagi kami perhatikan dari tahun ke tahun, konsumen tetap selalu datang,” kata Nurisma, penjual aneka kue basah untuk berbuka puasa.

Dek Isma sapaan akrabnya menyiapkan 15 jenis kue basah takjil ramadhan, seperti risol, bakwan, misoa, pastel, kue dadar, pukis, kue talam, kue pie, kue bolu, nagasari, kue lapis, timpan ubi, timpan Aceh, dan lain-lainnya. Dan dari semua jenis yang disajikan, biasanya risol, kue talam, dan bolu yang laris manis, ujarnya.

Kue jajanan berbuka puasa di lapaknya diakui Isma (30) diterima dari tetangga yang kesehariannya membuat kue basah untuk pesanan atau orderan juga disi untuk warung kopi. Ada juga titipan yang diantar ke rumah nya sebelum dibawa ke kawasan Jalan Daud Beureueh ini.

Baca Juga:  Setelah Mendekam di Tahanan Port Blair, 21 Nelayan Aceh Tiba di Banda Aceh

Senada itu, Bu Sakdiah (54) warga Gampong Mulia, yang terus mencoba peruntungannya di setiap ramadhan, mengaku pecal dan mie caluk buatannya hampir selalu habis menjelang berbuka puasa.

Ia menyiapkan bahan pecal berupa sayuran seperti kacang panjang, kangkung, toge, kol, buah labu jipang, hampir dua bakul penuh. Begitu juga dengan bumbu kacang racikannya sendiri yang sebagian di bungkus siap saji untuk pesanan pelanggan.

Sakdiah bercerita mulanya dari melihat-lihat penjaja takjil ramadhan. Mengapa tidak, membuka lapak sendiri. Jadilah sudah 10 tahun melayani pelanggan untuk kebutuhan menu berbuka puasa bagi masyarakat kota Banda Aceh.

Awalnya belum ramai pembeli, namun dari tahun ke tahun, jualan makanan ringannya semakin dilirik konsumen. Tidak ada batasan usia konsumennya, mulai remaja dan yang paling banyak orang tua yang memborong kuliner di sudut jalan milik nya.

Buka dari sore hingga sampai waktunya berbuka. Bermodalkan steling sederhana juga bahan pecal dan mie caluk. Siap mengais rezeki saban harinya selama ramadhan.

Berapa bungkus laku perhari? Tidak dihitung, sebut ibu tiga orang anak ini. Kadang ludes isi bakulnya kadang separohnya saja, akunya yang jika hujan turun mempengaruhi larisnya dagangan. Harga pun terjangkau kocek. Satu bungkus pecal dan mie caluk hanya dibandrol Rp10.000 hingga Rp20.000 tergantung pesanan konsumen, terangnya.

Tak hanya Isma dan Sakdiah, masih banyak penjaja lainnya yang mencoba mengais rezeki selama puasa ramadhan ini. Beragam makanan dan minuman segar tersedia di kiri kanan jalan setempat. Tinggal pilih sesuai selera atau keinginan dan juga pastinya kocek pembeli.

Untuk minuman dingin, terlihat di beberapa titik lokasi yang berdampingan tak beraturan antara penjual makanan ringan, kue, atau pun menu makanan berat takjil ramadhan.

Baca Juga:  Disbudpar dan FJW Sepakat Kolaborasi Promosikan Pariwisata Aceh

Minuman yang ditawarkan, seperti air jeruk peras, es teler, es cincau serut, air jeruk sankis, air jeruk kasturi biji selasih, es kopyor, es semangka, es timun cincau, es rumput laut, air kelapa muda, air tebu, dan beragam minuman dingin lainnya yang terlihat dijajakan pedagang musiman selama puasa Ramadhan di Kota Banda Aceh. Anda pilih yang mana?

Berita Terkini

Haba Nanggroe