Kehadiran Ismail Rasyid Diharapkan Jadi Awal Bangkitnya Saudagar Aceh

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com- Pengusaha, politisi, dan mantan anggota DPR Aceh dua periode, Teuku Iskandar Daod secara terang benderang mendukung Ismail Rasyid, President Director Trans Continent sebagai kandidat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh lima tahun ke depan. “Kini saatnya Kadin Aceh dipimpin pengusaha sukses sehingga menjadi langkah awal kembali berjayanya Saudagar Aceh … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Teuku Iskandar Daod

BANDA ACEH | ACEH HERALD.com-

Pengusaha, politisi, dan mantan anggota DPR Aceh dua periode, Teuku Iskandar Daod secara terang benderang mendukung Ismail Rasyid, President Director Trans Continent sebagai kandidat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh lima tahun ke depan.

“Kini saatnya Kadin Aceh dipimpin pengusaha sukses sehingga menjadi langkah awal kembali berjayanya Saudagar Aceh di kancah bisnis nasional dan internasional,” kata Teuku Iskandar Daod kepada AcehHerald.com, seusai  Ismail Rasyid mengambil formulir pendaftaran baru-baru ini.

President Director Trans Continent, Ismail Rasyid saat mengambil formulir pendaftaran calon ketua umum Kadin Aceh. Foto Ist

Dikatakan, sebagai mantan wakil rakyat Aceh Barat di DPRA selama 10 tahun, saya sangat optimis, kalau Kadin Aceh dipimpin Ismail Rasyid, sehingga sejumlah potensi yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh bisa dihidupkan.

“Pelabuhan-pelabuhan laut yang selama ini kurang aktif, bisa dimanfaatkan secara maksimal, sehingga hasil kebun rakyat bisa diangkut dengan cepat dan mudah, dan dunia bisnis seperti UMKM juga bisa menjual produknya dengan harga bersaing,” kata politisi Partai NasDem tersebut.

Sebelumnya, President Director Trans Continent Ismail Rasyid mengatakan kedepan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) aceh harus secara intent mengedukasi para pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Aceh dalam pengelolaan usaha, terutama manajemen keuangan.

Hal itu bisa dilakukan oleh Bidang Perbankan dan Finansial, melalui program klinik bisnis UKM daerah. “Jadi tidak hanya sekedar memberikan pinjaman modal kerja seperti yang terjadi selama ini, tetapi hal itu perlu dibarengi dengan pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

“Sehingga jika sebelumnya pengusaha UMKM tidak bankable, semoga nantinya bisa jadi bankable dengan sistem keuangan yang lebih baik. Misalnya dengan membuat neraca atau laporan keuangan,” kata alumni Unsyiah tersebut, Rabu (24/5/2022).

Selain itu KADIN Aceh bisa menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) memberikan pelatihan masak memasak, produksi kue kering khas Aceh yang selama ini ditekuni pebisnis keluarga di Tanah Rencong.

Baca Juga:  Trans Continent Akhirnya Hengkang Dari KIA Ladong

Karena, menurut Ismail Rasyid, UMKM ini merupakan ujung tombak dalam pemulihan ekonomi daerah dan sebagian besar pelaku usaha tersebut adalah kaum perempuan.

Karena itu, Ismail Rasyid mengatakan untuk pelatihan yang dilakukan harus dengan pendampingan dan pemberian modal agar pelatihan bisa berkelanjutan.

Penulis M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe