islamistablog.pl
krasnoselkup.ru
lynnchase.com
randommization.com

Kasus Dokter Gadungan PS Sleman, tak Ada Permintaan Klarifikasi ke Unsyiah

Ijazah Elwizan Aminuddin yang ditengarai palsu

BANDA ACEH I ACEH HERALD

MANTAN Pembantu Dekan 1 Bidang Akademis Unsyiah dr Endang Mutiawati SpS angkat bicara seputar heboh pasca terungkapknya kasus dokter palsu yang dilakoni Elwizan Aminuddin. Pria yang mengaku sebagai kelahiran Bireuen 25 April 1982 itu sedikitnya telah malang melintang dengan status dokter tim papan atas altar sepakbola Indonesia. Bahkan pernah menjadi dokter timnas PSSI.

Saat kasusnya terbongkar, pria yang sering tampil trendi dengan postur ala anak muda sukses selama ini, tercatat sebagai dokter tim PS Sleman. Belakangan, ketika kedoknya terbongkar, pria yang akrab disapa Amin ini mengundurkan diri dari posisi dokter tim PS Sleman. Bahkan kini manajemen PS Sleman telah mempolisikan dokter gadungan tersebut.

Menurut Dokter Endang yang kini menjabat sebagai Wadir Pelayanan Medis RSUDZA Banda Aceh, pihaknya merasa perlu angkat bicara, karena itu kegaduhan status akademis itu secara langsung dikaitkan dengan Unsyiah yang kini telah berubah menjadi USK. “Seharusnya hal itu tak perlu terjadi, seandainya pihak user Aminuddin melakukan tindakan klarifikasi, saat menerima Elwizan Aminuddin menjadi staf mereka. Karena soal ijazah itu siapa saja bisa membuat dengan kondisi teknologi digital saat ini. Saya saja kalau mau mengaku bisa saja mengaku sebagai tamatan Cambridge University lengkap dengan ijazah. Tapi semua itu akan terbukti ketika dilakukan klarifikasi dan verifikasi,” kata Endang.

Ditambahkan, pihak user sebenarnya bisa saja meminta personal file seseorang yang mereka rekrut, terutama menyangkut rekam jejak akademis. Konon lagi ini menyangkut profesi dokter yang secara langsung berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang atau kelompok. “Sekali lagi klarifikasi itu wajib adanya, dan kami pastikan jika pihak user Elwizan Aminuddin tidak pernah mengklarifikasi seputar kebenaran jejak akademis Elwizan ke Unsyiah, entah ketika kasus ini sudah terbongkar,” tandas dr Endang.

Pada sisi lain mantan PD 1 FK Unsyiah itu menegaskan, pihak manajemen Unsyiah tak bisa diklaim mengeluarkan ijazah palsu, karena itu dipastikan sebagai upaya pemalsuan ijazah. Hanya saja si pemalsu mencatut nama Unsyiah, karena bisa jadi Elwizan seorang putra kelahiran Bireuen, Aceh.

Baca Juga:  STKIP Alwashliyah Kembali Raih Gelar Dosen Berperstasi LLDIKTI Award 2021

Seorang tenaga pengajar Unsyiah yang tak mau disebutkan namanya, ijazah itu sangat kentara palsunya, karena masa pendidikan—sesuai dengan nomor induk mahasiswa dengan tanggal dikeluakan ijazah—hanya berjarak tiga tahun pendidikan. Padahal untuk mencapai gelar dokter butuh waktu sekitar 6 atau 7 tahun. “Seharusnya user jeli dengan hal itu, bukan asal main terima saja. Bisa jadi ini juga karena faktor kualitas SDM user yang jauh dari kompeten,” tutur pengajar dimaksud.

Seperti diketahui, dunia sepak bola Tanah Air tengah geger dengan dokter gadungan alias palsu di kubu klub Liga 1, PS Sleman (PSS), yang kedoknya telah terbongkar. Dokter gadungan PS Sleman yang dimaksud adalah Elwizan Aminuddin. Amin, sapaan Elwizan Aminuddin, ternyata bukan dokter asli karena ijazah kedokterannya palsu. Hal ini begitu menyita perhatian publik sepak bola Tanah Air karena tugas dokter menyangkut kesehatan dan keselamatan pemain.

Sorotan kasus ini kian membesar karena Amin telah malang-melintang di Liga 1 bahkan pernah bertugas di timnas Indonesia. Setelah kedoknya terbongkar, Amin sendiri sudah menyatakan mundur dari PSS.

Berikut kronologi terbongkarnya kedok dokter gadungan PSS:

Berawal dari Kicauan Kardiolog Kasus ini pertama kali mencuat dari kicauan seorang kardiolog, Muhammad Iqbal Amin, melalui akun Twitter pribadinya, @iqbalamin89.  Nama Elwizan Aminuddin diyakini tidak terdaftar di aplikasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Sementara, Elwizan Aminuddin diketahui telah bekerja dengan beberapa klub Liga 1 seperti Madura United, Bali United, dan Barito Putera. Tak hanya itu, Amin bahkan pernah menjabat sebagai dokter timnas Indonesia U16 dan U19. Penelusuran PT LIB Kegaduhan yang terjadi kemudian membuat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 turun tangan guna melakukan penyelidikan, dibantu oleh Satgas Covid-19 LIB.

Baca Juga:  Ketahuan Keluar Rumah, Kepala Medis Skotlandia Mundur

Berdasarkan penelusuran PT LIB, terbukti bahwa Elwizan Aminuddin tidak memiliki ijazah kedokteran yang terdaftar. Temuan tersebut juga sudah dikonfirmasi sendiri oleh Direktur Utama PT LIB, Ahmad Hadian Lukita.

Akibat insiden ini, PT LIB juga akan melakukan verifikasi kepada masing-masing klub.  Baik klub Liga 1 hingga Liga 2 akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa tak ada lagi kejadian seperti ini.  “Lebih tepatnya PT LIB akan berkomunikasi dengan klub-klub agar klub memverifikasi keabsahan ijazah tim medis,” kata Akhmad Hadian seperti dikutip dari BolaSport.com.

“Hal ini akan dilakukan masing-masing klub. Selanjutnya, nanti akan dicek juga oleh tim Satgas Covid 19 PT LIB,” tuturnya. Kasus Elwizan Aminuddin yang memiliki ijazah palsu ini langsung dilaporkan ke pihak PSSI untuk segera ditindaklanjuti.

Elwizan Aminuddin Mundur dari PSS Tak lama setelah kedok Elwizan Aminuddin terbongkar, Direktur Utama PSS Sleman, Andy Wardhana, menyatakan yang bersangkutan telah mundur dari PSS. Elwizan Aminuddin diketahui mengundurkan diri secara lisan pada 1 Desember 2021.

Elwizan Aminuddin Terancam Dipenjara Akibat tindakan penipuan dengan mengaku sebagai dokter asli, Elwizan Aminuddin pun terancam dipenjara karena pihak PSS kini sudah melaporkannya ke kepolisan. “Setelah verifikasi data dari pihak Polres Sleman, laporan kami sudah diproses. Kami mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi, Nomor: STTLP-B/1573/XII/2021/SPKT/POLRES SLEMAN/POLDA DIY,” tuturnya di situs resmi PSS.

Respons Dokter Tim Liga 1, Kasus Elwizan Aminuddin yang memalsukan statusnya sebagai dokter ini memantik amarah dari publik sepak bola, salah satunya dokter tim Borneo FC, Muhammad Yusuf Zulfikar. Yusuf mengatakan tindakan penipuan yang dilakukan Elwizan Aminuddin sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. “Tindakan dokter gadungan atau Amin itu sangat tidak dibenarkan, karena ini menyangkut nyawa manusia, bukan bermain-main dengan mesin atau tanaman, ini adalah nyawa manusia,“ ujar Muhammad Yusuf Zulfikar, yang biasa disapa dr Yusuf.

aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
aspnet-ci-unesco.org
centercem.ru
dichrotech.com
freelancehunt.ru
ideapaintingcompany.com
>