MEDAN | ACEHHERALD.COM – Medio Juni 2023, pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) sudah mencapai 35,80 juta dan ditargetkan akhir tahun ini tembus 45 juta di Indonesia. Pertanyaannya bagaimana dengan masyarakat di pelosok? Ini penjelasan Bank Indonesia menyoal upaya yang dilakukan hingga Qris sampai ke pelosok.
Diakui bahwa dari awal peluncurannya, Bank Indonesia menginginkan penggunaan Qris bisa hingga pelosok daerah di negara ini, mengingat sistem pembayaran digital tersebut dinilai sangat memudahkan transaksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Semua ada tahapannya dan untuk sampai ke arah sana, harus dipersiapkan seperti bagaimana jaringan internet di daerah, lalu memetakan daerah melalui kerjasama dengan pemerintah yang dalam hal ini pihak Kominfo,” kata Arya Rangga Yogasati – Ekonom Ahli di Kelompok Pengembangan Inovasi Teknologi Sistem Pembayaran untuk Mendukung Ekonomi dan Keuangan Digital – Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (BI), Jumat (21/07/2023) di salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara.
Tak hanya itu—ujar Arya Rangga Yogasati via zoom saat memaparkan tentang Qris Menanggapi Inflasi Ekonomi dan Keuangan Digital di Capacity building mitra jurnalis Aceh 2023—juga diperlukan upaya untuk memberikan edukasi secara merata dengan sosialisasi yang dalam hal ini dibutuhkan peran serta mitra kerja BI yakni awak media yang ada di daerah.
Makanya, tambah Arya untuk meningkatkan penggunaan Qris, Kantor Perwakilan BI di provinsi serta bank daerah setempat harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi serta pengembangan penggunaan QRIS sehingga pada akhirnya masyarakat makin memahami dan menggunakan sistem pembayaran digital tersebut.
Ia mengatakan lagi, kini QRIS telah dikembangkan sebagai sebuah instrumen atau kanal pembayaran lebih luas lagi, seperti transfer hingga bisa sebagai alat untuk tarik dan setor uang.
Belum lagi, Qris sudah bisa digunakan antar negara, dimana saat ini pengguna Qris bisa melakukan transaksi di negara Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang sehingga yang menggunakan Qris tak perlu lagi menukar rupiah ke uang negara tujuan apabila akan berbelanja di negara tetangga yang telah kerjasama dengan Indonesia.
Senada itu, KPwBI Aceh, Rony Widijarto P yang diwakili Deputi KPwBI Aceh, Prabu Dewanto menyebutkan banyak kebijakan yang dikeluarkan bank indonesia yang harus diketahui masyarakat jadi perlu kerjasamanya dengan jurnalis agar kebijakan tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi kepada awak media yang selama ini telah mempublish kebijakan ataupun kegiatan pihaknya,” pungkas Prabu Dewanto.



















