JAKARTA | ACEHHERALD.COM — Presiden Jokowi menyambut baik mimpi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal satu kereta dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Menurut SBY, dalam mimpi itu tiket kereta dibayari Presiden ke-8 RI.
Jokowi menilai mimpi tersebut baik. Menurutnya, mimpi itu mencerminkan persatuan para pemimpin bangsa ini.
“Ya bagus. Kalau presiden-presiden, mantan presiden, itu kerja sama, bersama-sama, membangun negara ini,” kata Jokowi di Gresik, Selasa (20/6).
Jokowi berkata kerukunan di kalangan elite menjadi dambaan semua pihak. Dia menyebut masyarakat menantikan momen tersebut terwujud.
“Ya itu mimpi kita, mimpi kita semuanya,” ucap Jokowi.
Sebelumnya, SBY mengaku bermimpi naik kereta bersama Presiden Jokowi dan Megawati. Ia mengatakan dalam mimpi itu ia dijemput oleh Jokowi di kediamannya di Cikeas.
Lalu mereka menjemput Megawati di kediamannya. Mereka pun naik kereta dari Stasiun Gambir menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tiketnya disiapkan oleh Presiden RI ke-8 atau Presiden terpilih di Pemilu 2024.
Mimpi itu diungkap SBY beberapa saat setelah pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Elite Demokrat memaknai mimpi SBY dengan awal dari hubungan baru dengan PDIP.
“Masyarakat Indonesia menanti dan menunggu memang pertemuan antara Pak SBY dan Ibu Mega yang kelihatannya lama enggak pernah bertemu secara full,” ucap Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/6).
Puan Respons Mimpi SBY Satu Kereta Bareng Jokowi & Mega: Ini Pertanda
Ketua DPP PDIP Puan Maharani merespons positif mimpi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) satu gerbong kereta dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Puan menilai hal itu sebagai pertanda baik. Menurutnya, ini bisa jadi awal mula politik bersama dalam membangun Indonesia.
“Ya mungkin itu pertanda bagaimana membangun bangsa dan negara dilakukan bersama-sama, guyub,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/6).
Ia berharap suasana politik di masa mendatang adem-ayem. Puan tak ingin lagi ada pihak-pihak yang merasa dianaktirikan dalam politik.
Puan pun berharap pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu bersatu membangun bangsa. Dia membuka peluang pertemuan antara Megawati dengan SBY.
“Tidak ada kata tidak. Semua masih ada harapan. Jangan ada putus asa dan kita tentu berharap pada waktunya bisa berkumpul guyub,” ujarnya.
Sumber: CNNIndonesia.com