Direktur dan Relawan KUBI Santuni Bocah Bibir Sumbing

  ACEH UTARA | ACEH HERALD DIREKTUR Khairul Ummah Berbagi (KUBI) dan Relawan, menyantuni bocah bibir sumbing, Aulia Furqan asal Desa Dakuta, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (08/10/2020). Direktur KUBI dan relawan di terima oleh keluarga besar Nasir dan Nurlela, orang tua dari Aulia Furqan di kediamannya. Awalnya Direktur KUBI dan Relawan menerima informasi … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Direktur Khairul Ummah Berbagi (KUBI) dan Relawan menyantuni bocah bibir sumbing, Aulia Furqan asal Desa Dakuta, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (08/10/2020). (Dok. Aceh Herald/Foto Kiriman Akmal Rusli)

 

ACEH UTARA | ACEH HERALD

DIREKTUR Khairul Ummah Berbagi (KUBI) dan Relawan, menyantuni bocah bibir sumbing, Aulia Furqan asal Desa Dakuta, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (08/10/2020).

Direktur KUBI dan relawan di terima oleh keluarga besar Nasir dan Nurlela, orang tua dari Aulia Furqan di kediamannya.

Awalnya Direktur KUBI dan Relawan menerima informasi tentang Aulia Furqan, bocah bibir sumbing asal Desa Dakuta, Muara Batu, Aceh Utara, dari jaringan yang mereka miliki. Usai menerima informasi tersebut, Kamis sore, Direktur KUBI langsung bersilaturrahmi ke rumah orang tua aulia Furqan sekaligus menyerahkan santunan untuk cek kondisi kesehatan Aulia Furqan.

Kepada Aceh Herald, Direktur KUBI, Septiandi mengatakan, kondisi Aulia Furqan saat ini dalam kondisi kurang sehat, sudah beberapa hari mengalami demam. “Kita doakan adinda Aulia Furqan segara sembuh,” harap Septiandi.

Septiandi menuturkan, bila tidak ada halangan insya allah dalam dua minggu ini, Aulia Furqan akan difasilitasi operasi bibir sumbing ke rumah sakit di Banda Aceh. Ini berkat kerjasama berbagai pihak terutama kerjasama yang baik antara KUBI dan yayasan Smile Train Indonesia Wilayah Aceh. “Namun sebelum operasi, kondisi Aulia Furqan harus di cek terlebih dahulu, mengingat kondisinya sedang demam. Apabila kondisinya sudah membaik, segera akan difasilitasi operasi bibir sumbingnya di rumah sakit yang ada di Banda Aceh,” kata Septiandi.

Sementara itu Bendaraha KUBI Nurhasanah, menambahkan, Aulia Furqan menderita penyakit bawaan sejak lahir yaitu bibir sumbing, sehingga Aulia Furqan mengalami kendala saat mengkomsumsi makanan ataupun minuman.

Tak hanya itu tambah Nurhasanah, dalam usianya yang sudah sepuluh bulan, Aulia Furqan layaknya seperti bayi yang masih berumur tiga bulan, belum bisa merespon jika diajak bicara, anggota tubuhnya pun masih belum bisa berfungsi layaknya balita seusianya yang bisa aktif.

Baca Juga:  Siswa SMA 10 Japan Tewas di Pucok Krueng Lhoknga

Dalam kunjungan misi kemanusiaan tersebut, Direktur KUBI ikut didampingi Sekretaris KUBI, Bendahara KUBI Nurhasanah dan para relawan lainnya.(*)

 

PENULIS     :     FERIZAL HASAN

Berita Terkini

Haba Nanggroe