BANDA ACEH I ACEHERALD.com – Tiga kota terbesar di Aceh, Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh justru mengalami deflasi, di saat banyak kawasan di negeri ini, dihantam laju inflasi.
Hal itu diungkapkan, Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Titiek Zurriyati, S.Si., Selasa (04/04/2023), dalam rilisnya kepada awak media. Menurutnya, data statistik pada Maret 2023 mengungkapkan, 3 kota di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,51 persen secara month to month (m-to-m).
Pihaknya menyebut, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan indeks dan memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi m-to-m, antara lain ikan tongkol/ikan ambu-ambu sebesar 0,13 persen, cabai merah sebesar 0,08 persen, beras sebesar 0,07 persen, udang basah sebesar 0,06 persen, ikan kembung, telur ayam ras, dan ikan dencis masing-masing sebesar 0,05 persen, bawang merah sebesar 0,04 persen, dan semangka sebesar 0,02 persen.
Sementara pada komoditas yang mengalami kenaikan indeks dan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m antara lain: ikan tuna sebesar 0,04 persen, daging ayam ras, emas perhiasan, jeruk nipis/limau, dan bensin masing-masing sebesar 0,03 persen, rokok kretek filter, bawang putih, dan ayam hidup masing-masing sebesar 0,02 persen, kentang dan udang asin masing-masing sebesar 0,01 persen. “Selain itu, juga terjadi inflasi tahun ke tahun (y-on-y) di Aceh pada Maret 2023 sebesar 5,46 persen. Inflasi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga hampir seluruh kelompok pengeluaran,” ujar Titiek, Selasa (4/4/2023).
Ia menuturkan, ada komoditas yang dominan juga dalam memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2023, antara lain bensin, beras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, rokok kretek filter, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, sewa rumah, ikan kembung, ikan dencis, udang basah, angkutan antar kota, nasi dengan lauk, obat dengan resep dan pemeliharaan/service.
Sementara komoditas memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain cabai merah, besi beton, parfum, cumi-cumi, cabai hijau, minyak goreng, kangkung, semangka, cabai rawit, celana panjang jeans anak, laptop/notebook dan televisi berwarna, tuturnya.
Dari 3 kota yang mengalami deflasi di Aceh, tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 6,27 persen, diikuti Kota Lhokseumawe sebesar 5,35 persen, dan terakhir Kota Banda Aceh sebesar 5,32 persen.
Pihaknya berharap, data tersebut dapat memberikan insight dan sinyal bagi pemerintah dan pengguna data lainnya dalam perumusan kebijakan atau perencanaan pembangunan di Aceh, demikian ungkapnya kepada Acehherld.com.
Penulis : Andika Ichsan/Banda Aceh