Dewan Adat Gayo Pamerkan Barang Peninggalan Reje Linge, Masyarakat Pertanyakan Keaslian

TAKENGON I ACEH HERALD DEWAN Adat Gayo yang diketuai oleh Ir Tagore Abubakar menggelar pameran benda peninggalan Reje Linge yang diklaim sebagai kerajaan tertua di Aceh, Sabtu, (19/2/22) yang lalu. Pameran yang dikemas dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Gayo, kegiatan merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kute Takengon ke 445 ini, memarekan ratusan benda-benda kuno yang terdiri … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Bupati Aceh Tengah Sabhela Abubakar sedang meninjau barang milik Reje Linge di etalase pameran. Foto Robby (acehherald.com)

TAKENGON I ACEH HERALD

DEWAN Adat Gayo yang diketuai oleh Ir Tagore Abubakar menggelar pameran benda peninggalan Reje Linge yang diklaim sebagai kerajaan tertua di Aceh, Sabtu, (19/2/22) yang lalu.

Pameran yang dikemas dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Gayo, kegiatan merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kute Takengon ke 445 ini, memarekan ratusan benda-benda kuno yang terdiri dari senjata perlengkapan perang, mulai dari pistol jadul, pedang, kujang dan samurai, selain itu, pada pameran tersebut juga dipamerkan piring kuno, Alqur’an kuno dan juga sebuah mahkota yang diklaim merupakan mahkota Reje Linge.

Tidak hanya memamerkan benda-benda kuno, acara tersebut juga menampilkan seni budaya etnik gayo yang berupa festival tari guel dan hymne gayo.

Namun di tengah perayan tersebut, muncul keraguan dan tanda tanya di benak masyarakat tentang keaslian benda-benda yang diklaim milik Reje Linge yang dipamerkan pada pameran tersebut.

Salah seorang pengunjung, Win Wan Nur kepada acehherald.com dengan lugas melontarkan keraguannya terhadap keaslian benda-benda kuno yang dipamerkan tersebut original milik reje linge.

Menurut Win, biasanya setiap pameran benda-benda kuno selalu ada tim kurator yang bersertifikasi yang dapat bertanggung jawab terhadap keaslian benda yang dipamerkan. “Biasa setiap pameran benda kuno selalu ada kurator, yang menjamin keaslian benda yang dipamerkan, bukan berdasarkan klaim sepihak dengan tanpa kajian, itu bisa menjurus kepada pembohongan,” ujar Win.

Terkait hal tersebut, pihak panitia yang diwakili oleh Ketua DAG, Tagore yang tak lain adalah abang kandung Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar, mengaku sudah pernah mengundang tim Balai Serkolog Medan sebanyak 5 orang untuk melakukan penilitian benda-benda tersebut. Sebagaimana yang diterbitkan di salah satu media  online.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bustami Buka Festival Rapai Aceh

Namun hal ini dibantah keras oleh Balai Aerkolog Medan melalui Kordinator Kantor Aerkologi Bahasa dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), DR Ketut  Wiradyana. “Tidak benar jika kami dari Aerkolog Medan pernah diundang untuk meneliti barang-barang yang dipamerkan dan diklaim milik Reje Linge tersebut,” ujar DR Ketut ketika dikonfirmasi via Whatsaapsnya.

 

Robby

Berita Terkini

Haba Nanggroe