Dampak Inflasi. Pedagang Kerupuk Ubi di Aceh Selatan Sepi Pembeli

TAPAKTUAN I ACEHHERALD.com-Sedikitnya ada 80 sampai 100 pedagang kuliner kerupuk Ubi yang mangkal di jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam,mengeluh akibat sepi pembeli selama beberapa bulan terakhir.

Keluhan itu disampaikan salah seorang pedagang M Yusuf (40) yang juga petani ubi di Gampong Seunebok, Kecamatan Pasieraja kepada Acehherald.com, Minggu (26/02/2023) sore. Ia menuturkan sepi pembeli dan omset penjualan menurun drastis selama beberapa bulan dampak dari inflasi. “Sepanjang dua tahun kami membuka usaha penjualan kuliner kerupuk ubi mentah di pinggir jalan ini, baru beberapa bulan terakhir terjadi penurunan. Kondisi ini tidak terlepas akibat inflasi kenaikan BBM, dampaknya sangat memprihatinkan perekonomian pedagang,” ujar M. Yusuf.

Sebelum inflansi, kata M Yusuf, dagangan kerupuk ubi laris manis dengan harga kerupuk ubi bulat maksimal Rp 30 ribu per kg. Kerupuk kecil atau cincang dijual Rp 20 ribu per kg. Malahan sering dipasarkan di luar Aceh Selatan. Setiap saat pembeli singgah dan orderan datang dari berbagai kota. “Dilihat kondisi sekarang ini, paling laku Rp 500 ribu sehari, itupun jika ada konsumen mampir, dibandingkan dengan sebelumnya omset yang didapatkan tembus Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Daerah memperhatikan usaha mereka dengan menyalurkan bantuan modal usaha, agar para pedagang bisa bangkit untuk lebih maju. Selain itu, pihaknya juga berharap supaya Pemkab Aceh Selatan membuat lebel sebagai hak paten atas kerajinan kuliner daerah sebagai souvenir khas Aceh Selatan.

“Kami mohon dengan rendah hati, supaya pemerintah daerah dan provinsi Aceh serta saudara-saudara di legislatif berkenan melihat kami walau sebelah mata. Kami ingin maju, kami ingin berkembang sekaligus menjadi pelapor kuliner dalam meningkatkan perekonomian rakyat,” pinta M Yusuf seraya mengakui dirinya memiliki kebun ubi seluas satu hektare dan belum panen.

Baca Juga:  Cegah Inflasi dan Stunting, Kampung Cemparam Jaya Budidaya Tomat

Penulis: Zulfan/Aceh Selatan