Walikota Masih Pakai Kendaraan Sewa
LHOKSEUMAWE I ACEHHERALD – Kekurangan anggaran atau defisit di tahun 2022 sekitar Rp 46 miliar berimplikasi pada program pembangunan. Walikota Lhokseumawe, Dr. Drs. Imran, MSi, MA.Cd akhirnya menghapus semua pengadaan kenderaan dinas untuk menekan angka defisit. “Semua pengadaan kenderaan dinas dan semua pengadaan kenderaan baru, apakah itu untuk walikota, istri walikota dan lembaga, termasuk kendaraan roda dua di seluruh OPD semua di hapus dan ditiadakan, untuk mecegah terjadinya defisit APBK, jadi tidak hanya kenderaan untuk dayah, walikota pun untuk tahun ini dalam APBK oerubahan tidak ada pengadaan mobil apapun dan tidak ada pengadaan kendaraan roda dua apapun,” ujar Imran dalam rilis yang dikirim oleh Kabag Humas Drs Marzuki.
Ia menambahkan, tidak ada pengadaan kendaraan dinas baik roda empat dan roda dua telah ditegaskan walikota dalam berbagai kesempatan, diminta pada semua pihak untuk memakluminya bahkan walikota mengatakan ke depan, di kota Lhokseumawe tidak ada lagi proyek “cilet cilet” yang daya gunanya tidak membumi untuk rakyat.
Beberapa waktu lalu saat penyampaian naskah R APBK tahun 2023 di depan DPRK ditegaskan bahwa tidak ada pengadaan kendaraan dinas. Ia mengatakan bahwa mobil yang ia pakai saat ini masih status sewa.
Sebagai informasi Pendapatan Daerah sebelum perubahan sebesar Rp.786.728.218.630,- setelah perubahan sebesar Rp.828.367.052.987,- bertambah sebesar Rp.41.638.834.357,- dari total pendapatan atau mengalami kenaikan sebesar 4,80%.
Selanjutnya Belanja Daerah sebelum perubahan sebesar Rp.818.651.428.592,- setelah perubahan sebesar Rp.874.851.664.000,- bertambah sebesar Rp.56.200.235.408,- dari total belanja atau mengalami kenaikan sebesar 6,21%.
Target pendapatan dan kebutuhan belanja daerah tersebut, pada Rancangan Perubahan APBK Tahun Anggaran 2022 mengalami defisit sebesar Rp.46.484.611.013,- yang ditutupi dengan Pembiayaan Netto sebesar Rp.46.484.611.013,- dengan demikian maka Rancangan Perubahan APBK Lhokseumawe Tahun Anggaran 2022 tidak terjadi defisit.
Penulis : Yuswardi