Armada Damkar Banyak Rusak, Water Canon Polisi Ikut Padamkan Api

REDELONG I ACEHHERALD.com
AMUK api yang melanda deretan rumah toko (ruko) di Pasar Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah sedikitnya meludeskan 10 unit ruko. Selain itu puluhan warga terpaksa mengungsi karena ruko mereka telah rata dengan tanah.

Banyaknya ruko yang ludes juga diakibatkan armada damkar Pemkab Bener Meriah yang rusak. Dari ujuh uni armada damkar, hanya dua yang bisa dioperasikan. Selelbihnya eronggok di gudang, karena rusak. Ketiadaan armada itu sedikit terbantu karena Polres Bener Meriah juga menurunkan water canon untuk ikut memadamkan api.
Ironisnya, dana perbaikan untuk armada Damkar itu justru ikut paket refocusing anggaran tahun ini, akibat pandemic covid. Artinya armada rusak tetap teronggok, walau potensi musibah kebakaran sebenarnya tetap saja ada.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bener Meriah Abdul Kader, melalui Kabid Darurat, Khairuddin S.Kep, dalam penjelasannya kepada Acehherald.com, mengatakan, insiden amuk api itu menyebapkan sekitar sepuluh bangunan ruko milik masyarakt hangus terbakar. Selain itu puluhan warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak familin dan ke tenda darurat yang telah disiapkan oleh Pemkab. “Benar telah terjadi musibah kebakaran di Simpang Tiga Kecamatan Bukit sekitar pukul 17.00 Wib tadi, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 10 pintu ruko milik warga dan memaksa puluhan warga harus mengungsi,” jelas Khairuddin.

Ditanya terkait masalah tidak beroperasionalnya unit Damkar milik pemkab secara sempurna, dimana dari 7 unit Damkar yang terdata, yang datang membantu warga hanya ada dua unit. Khairuddin juga membenarkan hal tersebut. Katanya, tidak beroperaaionalnya 5 unit Damkar karena dalam keadaan rusak dan belum diperbaiki. “Iya benar, dari 7 unit Damkar, hanya 2 yang beroperasi, karena yang 5 lagi dalam keadaan rusak, 2 rusak ringan dan 3 lagi rusak berat,” kata Khairuddin.
Disinggung terkait masalah dana perawatan unit Damkar tersebut, Khairuddin mengatakan pihaknya sudah mengusulkan dana perawatan unit yang rusak tersebut, namun karena alasan pandemi covid 19, dana tersebut dipangkas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian juga belum dapat dikalkulasi oleh pihak yang berwenang.
Puluhan warga yang mengungsi akibat peristiwa ini sudah mendapatkan bantuan masa panik dari Pemkab Bener Meriah.
PENULIS : ROBBY (BENER MERIAH/ACEH TENGAH)