Diduga Pasca-Pemberitaan Proyek, Wartawan Aceh Tengah Diancam Bunuh

BANDA ACEH | ACEHHERALD –  Lagi wartawan di Aceh mendapat ancaman gegara menulis berita. Kali ini menimpa wartawan salah satu koran cetak Harian Rakyat Aceh untuk wilayah Aceh Tengah, Jurnalisa, dimana pascapemberitaan proyek pasar di daerah setempat, ia mendapat ancaman bakal di bunuh.

Jurnalisa yang merupakan penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah, meyakini ancaman tersebut terkait pemberitaan proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah yang sudah tayang di media online kabargayo. Bahkan, berita yang sama sudah dikirim ke media cetak Harian Rakyat Aceh.

Ancaman tersebut diterima Jurnalisa dari seorang oknum pengawas proyek di kabupaten tersebut. Ia pun menyampaikan perihal itu ke Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin. Dan diakui Nasir Nurdin didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi, Azhari bahwa pihaknya telah menerima aduan dari korban.

“Ya, kita sudah menerima laporan secara lisan dari Jurnalisa mengenai ancaman yang diterimanya. Kita arahkan dia mengadu ke polisi,” kata Nasir dalam keterangan persnya yang diterima redaksi Aceh Herald, Jumat (11/11).
 
Dikatakan Nasir Nurdin kejadian ancaman tersebut diterima Jurnalisa, Kamis (10/11) sekira pukul 19.55 Wib.
 
Menurut Jurnalisa, dirinya sudah melakukan tugasnya sebagai wartawan sesuai dengan ketentuan KEJ bahkan sudah berusaha meminta konfirmasi kepada pihak yang terkait namun ketika dihubungi melalui telepon tidak direspons.

Menanggapi kasus itu, Ketua PWI Aceh, berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengancaman yang dialami wartawan Harian Rakyat Aceh di Takengon, Aceh Tengah, sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada wartawan yang menjalankan tugas profesinya berdasarkan Undang-undang.
 
Kronologi kasus
 
Tak lama setelah mendapat ancaman bunuh tersebut, Jurnalisa menuju ke Mapolres Aceh Tengah untuk membuat pengaduan, sesuai saran Ketua PWI Aceh.
 
Berdasarkan Surat Pengaduan Nomor: Reg/78/XI/2022/Aceh/Res Ateng, disebutkan peristiwa itu terjadi Kamis, 10 November 2022 pukul 19.55 WIB di Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
 
Korban (Jurnalisa) mengadukan pengancaman yang dialaminya. Saksinya Nur Samsiah (46), pekerjaan PNS, alamat Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah yang tak lain adalah istri Jurnalisa.
 
Pelaku pengancaman yang dilaporkan berinisial AM, laki-laki, warga Kampung Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.
 
Berdasarkan pengaduannya kepada polisi, pada Kamis, 10 November 2022 sekira pukul 15.30 WIB, dalam kapasitasnya sebagai wartawan, Jurnalisa mengecek proses pembangunan Pasar Rejewali, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.
 
Selanjutnya Jurnalisa membuat berita terkait pembangunan fisik pasar tersebut dan mengirim ke media Harian Rakyat Aceh.

Baca Juga:  Terima Double Pembayaran Jasa Medis, Dirut Datu Beru: Akan Saya Kembalikan

Berita itu sudah tayang di media online kabargayo berjudul, Proyek Pengerjaan Pasar Rejewali Ketol Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Lambat, Anggaran Sangat Fantastis.
 
Beberapa saat setelah berita itu tayang atau sekira pukul 19.55 WIB, Kamis malam, 10 November 2022, ketika Jurnalisa sedang di rumahnya bersama keluarga, di Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, tiba-tiba terdengar ketukan pintu garasi.

Jurnalisa  langsung keluar membuka pintu dan dia melihat ada dua pria yang dia kenal bernama (inisial) AM dan RAH.

Jurnalisa mempersilakan kedua orang itu masuk namun AM dan RAH berteriak-teriak sambil mengatakan dalam bahasa gayo, gere beteh ko rom sa ko berorosen (nggak tahu kau dengan siapa kau berurusan).

Laki-laki berinisial AM, menurut laporan Jurnalisa kepada polisi sempat mengacungkan tangan hendak memukul dirinya namun Jurnalisa berusaha tenang dengan mengatakan, seber-seber, hanani-hanani AM (sabar, sabar, ada apa ini ada apa ini AM).

AM dilaporkan semakin emosi sehingga dia sempat berulang kali mengeluarkan kata-kata, ku unuhen kase ko (kubunuh nanti kamu).

Di saat itulah, istri Jurnalisa (Nur Samsiah) ke luar dari dalam rumah dan melerai suaminya dengan AM.

AM mengatakan, konfirmasi ko berita a ku unuhen kase ko (kamu konfirmasi berita itu, kubunuh nanti kamu).
 
Tak lama kemudian, tetangga Jurnalisa juga keluar dan bertanya, hana hana mu kune kam ni? (apa, apa, kenapa kalian ini?).

Setelah ramai-ramai begitu, AM dan RAH langsung pergi dari rumah Jurnalisa, demikian kronologi kejadian yang tertuang dalam laporan yang disampaikan Jurnalisa di Polres Aceh Tengah.