550 Atlet Muaythai Buru Tiket PORA Calang

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Sebanyak 550 atlet beladiri Muaythai mengikuti ajang kuafikasi menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 di Calang tahun 2026 mendatang. Event yang diberi label Pra PORA itu dibuka secara resmi oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein atas nama Ketua Umum KONI Saiful Yahya atau lazim disapa Pon Yaya.

Dalam sambutannya, Kennedi menegaskan bahwa Pra PORA merupakan panggung penting bagi atlet muda Aceh untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menuju level kompetisi yang lebih tinggi, termasuk PON XXII NTB–NTT tahun 2028 mendatang.

Ia berharap, ajang ini mampu melahirkan bibit unggul yang dapat membawa kejayaan olahraga Aceh di masa depan. “Alhamdulillah, Muaythai Aceh terus menunjukkan perkembangan pesat,” kata Ketua Harian KONI Aceh.

“Kita ingin ajang ini melahirkan juara baru yang siap mengharumkan nama Aceh,” ujar Kennedi, yang disambut antusias oleh para peserta.

Dengan semangat yang dikobarkan melalui Pra PORA IV, KONI Aceh optimis cabang olahraga Muaythai akan semakin berkembang dan menjadi salah satu kekuatan Aceh di kancah nasional.

Syarwan

Sementara itu Technical Delegate (TD) Cabor Muaythai, Syarwan yang akrab disapa Gubes itu mengatakan, Pra PORA Muaythai kali ini diikuti 22 Pengcab di Aceh. Hanya Aceh Selatan yang tak mengirimkan wakilnya.

Ajang Pra PORA yang terhitung salah satu yang paliing besar itu, dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (23/11/2025), setelah dibuka, Senin (17/11/2025) kemarin di GOR KONI Aceh.

Menurut Syarwan, nantinya peserta dengan rangking 1 s/d 7 setiap kelas akan melaju ke PORA Calang 2026. Sedangkan tuan rumah mendapat wild card lolos langsung. Dengan kata lain, setiap kelas nantinya ada delapan atlet yang bertanding di PORA ke-15 tahun 2026 di Calang.

Baca Juga:  Pansel tak Kompeten Dalam Memilih Calon Dirut Bank Aceh

Hasil seleksi dalam Pra  PORA itu juga akan menjadi ajang seleksi lanjut untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaka dan Johor Malaysia, Desember 2025 mendatang. “Selain itu mereka juga akan diseleksi untuk ikut PON Beladiri di Sulut Manado pada Mei 2026. Jadi Pra PORA ini adalah seleksi awal menuju turnamen lebih besar selain PORA di Calang, Aceh Jaya,” kata Gubes Syarwan.

Pelatih Muaythai yang juga Kabid Beladiri KONI Aceh itu menambahkan, khusus untuk Pra PORA kali ini, kekuatan terhitun merata. Di samping juara umum bertahan PORA, Pidie, juga ada Kota Banda Aceh, Bireuen dan Aceh Barat yang punya potensi untuk yang terbaik di ajang Pra PORA kali ini. “Tahun ini peta kekuatan terdistribusi sedikit merata, dan itu adalah hasil pembinaan yang konsisten dari Pengcab setempat,” kata Syarwan.

Khusus untuk PON di NTB/NTT tahun 2028, Muaythai Aceh menargetkan satu medali emas, serta dua medali perak. Karena peta potensi kekuatan antarpropinsi kini makin ketat.  Pada PON ke-21 Aceh-Sumut, Muaythai Aceh sukses meraih 3 emas, 1 perak dan 4 medali perunggu. Itu adalah hasil terbaik Muaythai Aceh di ajang multi event nasional.