BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com — Sebanyak 312 jembatan di Provinsi Aceh dilaporkan mengalami kerusakan hingga putus akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada awal Desember 2025. Data ini diperoleh dari BNPB per 5 Desember 2025.
Kerusakan terbanyak tercatat di Kabupaten Bener Meriah dengan 130 jembatan, disusul Aceh Tengah 58 jembatan, Aceh Utara 43 jembatan, dan Bireuen 27 jembatan. Daerah lain juga mencatat kerusakan bervariasi seperti di Aceh Selatan (1), Aceh Tamiang (1), Kota Subulussalam (1), Pidie (1), Gayo Lues (2), Kota Langsa (2), Kota Lhokseumawe (4), Nagan Raya (4), Aceh Singkil (5), Aceh Tenggara (10), Pidie Jaya (10), dan Aceh Barat (13).
Kerusakan infrastruktur ini menghambat akses masyarakat, mengisolasi sejumlah kawasan, dan memperlambat penyaluran bantuan logistik maupun layanan kesehatan. Pemerintah daerah bersama BNPB masih melakukan pendataan lanjutan sembari membuka jalur darurat di lokasi-lokasi kritis.
Anggota DPR Aceh, Zamzami, ST. M.A.P., meminta pemerintah pusat segera mempercepat langkah pemulihan infrastruktur vital tersebut.
“Situasi ini sangat mendesak. Ratusan jembatan yang rusak telah memutus akses utama masyarakat. Kami meminta pemerintah pusat hadir lebih cepat dengan dukungan anggaran dan penanganan darurat agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan aktivitas ekonomi bisa segera pulih,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Zamzami menegaskan bahwa keberadaan jembatan bukan hanya fasilitas umum, melainkan jalur kehidupan warga yang sangat bergantung pada konektivitas antardaerah. Ia mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Sementara itu, pemerintah provinsi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Laporan: Andika Ichsan