Yayasan Darah untuk Aceh dan Unicef Gelar FGD Analisis Penerbitan Akta Kelahiran dan Imunisasi

Kegiatan ini di ikuti oleh 25 peserta FGD yang berasal dari tiga wilayah intervensi Unicef yakni Banda Aceh, Bireun dan Lhokseumawe.
Ilustrasi unicef

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.COM – Yayasan Darah untuk Aceh mitra Unicef Aceh menggelar FGD terkait GAP analisis kesenjangan  penerbitan akta kelahiran dan cakupan Imunisasi di tingkat Provinsi Aceh, Jumat (22/12/2023).

Acara dibuka oleh Kepala Unicef Aceh Andi Yoga Tama dan narasumber Amrina Habibi, SH., Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A Aceh, Dinas Kesehatan Aceh dr. Iman Murahman, Sp. KKLP., Kabid P2P dan ditutup oleh Muhammad Rifqi, S.Stp. MM., sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda/ Sub. Koord. Monev Pencatatan Sipil DRKA Aceh.

Kegiatan ini di ikuti oleh 25 peserta FGD yang berasal dari tiga wilayah intervensi Unicef yakni Banda Aceh, Bireun dan Lhokseumawe. Untuk peserta di hadiri Dinas- dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Banda Aceh, Bireun dan Lhokseumawe.

Dinas Kesehatan Banda Aceh, Bireun dan Lhokseumawe,  Disdukcapil Banda Aceh, Bireun dan Lhokseumawe, Dinsos Banda Aceh, Ketua LP-TKD (Lembaga Pengelola Training Kader Dakwah), DPMG Aceh, HUDA, PERSI, IBI Aceh, BPJS Wilayah Banda Aceh dan BPJS wilayah Bireun dan Lhokseumawe.

Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah peserta FGD dari masing-masing Kabupaten Kota yang hadir dapat memetakan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan di tingkat Kab/ Kota terkait program pemenuhan hak anak akta kelahiran dan imunisasi.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan menemukan kendala dan solusi nya diakhiri dengan usulan modep kolaborasi lintas sektor yang mungkin dilakukan di masing-masing SKPA/SKPK atau instansi masing-masing.

Sebagai contoh dari Lhoksemawe mendapatkan model kolaborasi lintas sektor dengan menghasil kan beberapa point, yaitu memberikan edukasi para masyarakat terutama orang tua muda melaui dakwah atau kajian yang di sampaikan oleh para ulama terkait dengan imunisasi.

Baca Juga:  RESTUI PENGGUNAAN DALAM MEDIS, PBB HAPUS GANJA DARI OBAT BERBAHAYA

Di kota Banda Aceh merencanakan kelas ayah untuk memberikan informasi tentang pemenuhan hak anak baik kesehatan dan hak sipil akta kelahiran, serta memanfaatkan lebih banyak media social digital dalam penyebaran informasi.

Seperti diketahui dari sumber DRKA Aceh bahwa angka cakupan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun di Provinsi Aceh adalah 96%, sedangkan data dari dinas kesehatan Aceh menunjukkan angka capaian imunisasi terutama HBO yang harus didapatkan oleh bayi baru lahir sebanyak 67,4%.

Pemerintah Aceh, ujar Andi Yoga Tama, melalui Pergub Aceh no 55 tahun 2022 tentang penyelenggaraan Kota layak anak  telah menekankan bahwa dua hak anak yang harus dipenuhi yakni hak sipil mendapatkan akta kelahiran dan hak perlindungan dan kesehatan dengan mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain itu, katanya lagi, bentuk komitmen Aceh dalam mempercepat capaian imunisasi di Aceh adalah dengan ada nya Pergub Aceh no 25 tahun 2023 tentang percepatan capaian imunisasi di Aceh.

Kata Kunci (Tags):
yayasan darah untuk aceh, unicef aceh, fgd, akta kelahiran, imunisasi,

Berita Terkini

Haba Nanggroe